Otak Pelaku Penganiaya Kapolsek Patumbak Saat GKN, BD Shabu Marendal Tewas Diterjang Peluru, 3 Pengedar Diringkus

Editor: Irvan author photo

DETEKSI.co - Medan, Seorang pria berinisial Angg (28) warga Jalan Marindal I Pasar IV Gang Keluarga, Kecamatan Patumbak, Deliserdang tewas setelah diterjang peluru milik Polisi, Kamis (8/8/2019), meski (Angg) sempat mendapat perawatan medis akibat luka tembak yang dialaminya.

Pasalnya, pria tersebut (Angg-red), seorang Bandar shabu bersama 20 orang rekanya nekat telah melakukan pemukulan terhadap Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi SH SIK hinga mengalami luka dibagian wajah.

Informasi dihimpun wartawan, penganiayaan berawal saat Polsek Patumbak menerima informasi pada, Selasa (6/8/2019) pagi sekira pukul 10.00 WIB, dengan adanya surat pengaduan masyarakat (dumas) terkait maraknya peredaran narkoba di Jalan Karya Marindal I Gang Rukun Pasar IV.

Menindak lanjuti informasi tersebut, Kamis (7/8/2019) Unit Reskrim Polsek Patumbak dipimpin Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi bersama Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak SE dan Panit Reskrim beserta anggota langsung melakukan penyelidikan menuju lokasi dengan melakukan Gerebek Kampung Narkoba (GKN).

Dalam GKN tersebut, petugas berhasil membekuk 3 pengedar narkoba berinisial Sum alias Umar (49) dengan menyita barang bukti 2 plastik kecil berisi shabu, kaleng rokok berisi seratusan plastik klip berukuran sedang dan kecil serta uang Rp.150 ribu hasil penjualan narkoba.

Kemudian, Sun alias Karyo (30), darinya petugas menyita barang bukti 2 paket kecil shabu, belasan plastik klip berukuran sedang dan kecil serta uang Rp.200 ribu hasil penjualan narkoba.

Lalu, Sus alias Susan (29) adik kandung Angg. Dari tangan tersangka petugas juga berhasil menyita barang bukti 1 plastik berukuran sedang berisi shabu dan 15 plastik kecil berukuran kecil. Selanjutnya ketiga tersangka diinterogasi, dan mereka mengakui jika shabu yang mereka edarkan dengan cara dijual itu berasal dari Angg.

Setelah diamankan, dan dari nyanyian ketiga pelaku pengedar, selanjutnya Kapolsek bersama sejumlah anggotanya melakukan pengembangan dengan menuju ke rumah Angg untuk meringkusnya.

Sesampainya di Angg, Kapolsek dan Kanit Reskrim, Panit Reskrim bersama anggotanya, petugas mendapati Angg yang telah menjadi Target Operasi (TO) tersebut sedang duduk di depan rumahnya untuk menunggu pembeli shabu. Mengetahui kedatangan petugas, tersangka (Angg) langsung mengambil langkah seribu dengan cara kabur melarikan diri menuju jalan besar sehingga Kapolsek dan seorang anggotanya melakukan pengejaran.

Ketika di jalan besar, sekitar 20 orang diduga rekan-rekan tersangka (Angg) menghadang Kapolsek bersama anggotanya dan langsung melakukan pengeroyokan dengan menggunakan senjata tajam.

Usai melukai Kapolsek dan anggotanya, para pelaku langsung kabur. Kapolsek yang mengalami luka-luka di wajah dan lengannya langsung dibawa ke rumah sakit Colombia Internasional guna mendapat perawatan medis.

Personil Satres Narkoba dan Tim Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan yang mendapat informasi terkait penganiayaan terhadap AKP Ginanjar, langsung melakukan pengejaran di seputaran rumah tempat tinggal tersangka.

Atas kejelian petugas, tersangka (Angg) yang sedang bersembunyi di dalam kamar mandi milik salah seorang warga berhasil dibekuk petugas. Dari tersangka, petugas juga menemukan barang bukti 5 (lima) plastik klip berukuran sedang berisi shabu, 5 (lima) plastik klip berukuran kecil berisi shabu, timbangan elektrik, serarusan plastik kosong dan uang Rp.300 ribu hasil penjualan narkoba yang dibuang tersangka ke WC.

Setelah ditangkap, tersangka (Angg) kemudian dibawa petugas untuk dilakukan pengembangan mencari barang bukti lainnya serta para pelaku pengeroyokan terhadap Kapolsek dan anggotanya.

Namun setibanya di Jalan Marindal tepatnya di belakang Pabrik Alumex, tersangka melakukan perlawanan dengan cara berusaha kabur sehingga petugas beberapa kali memberikan tembakan ke udara. Tembakan peringatan tidak diindahkan, petugas akhirnya melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak betis kaki tersangka.

Tetapi tersangka yang dalam kondisi luka tembak justru memilih melompat ke parit. Selanjutnya tersangka dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna mendapat perawatan medis. Beberapa jam dirawat, tersangka akhirnya tewas.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi melalui Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Budiman Simanjuntak yang ditemui wartawan, Sabtu (10/8/2019), membenarkan hal tersebut diatas. Namun Iptu Budiman belum dapat memberikan keterangan secara rinci. "Untuk data yang akuratnya sabar dulu ya," jawab Iptu Budiman sembari tersenyum.(Dc/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini