Akibat Pohon Tumbang, Warga Kecamatan Medan Denai dan Area Alami Kegelapan Selama 5 Jam

Editor: Irvan author photo
Akibat Pohon Tumbang, Warga Kecamatan Medan Denai dan Area Alami Kegelapan Selama 5 Jam.(foto/ist)

DETEKSI.co - Medan, Hujan disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang, hingga berimbas terhadap warga yang berada di Kecamatan Medan Denai dan Medan Area, akibatnya warga Di kawasan Kecamatan Denai dan Medan Area mengalami kegelapan selama 5 jam. Pemadaman listrik itu sebabkan akibat tumbangnya pohon yang berada di kawasan itu.

Tak pelak, pemadaman listrikpun terjadi mulai pukul 18.40 WIB sampai pukul 23.56 WIB. Pemadaman listrik itu juga dialami warga Jalan Bromo, Jalan Bromo Ujung, Jalan Seto, dan sebagian Jalan Menteng Ujung, Jalan Rawacangkok III, Rawacangkok 4, Jalan Pancasila serta Jalan Tuba.

Akibat pemadaman listrik tersebut, warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

"Kami disini untuk memperoleh air dari PDAM Tirtanadi harus menggunakan pompa air. Untuk menghidupkannya tentu butuh listrik," kata Putri dan Suswita warga Rawacangkok 4 kepada wartawan, Kamis (19/9/2019) malam.

Sebelumnya mereka telah menghubungi Call Center PLN 123, namun ada kendala, kata operatornya bernama Hambali menyebutkan ada pohon tumbang menimpa jaringan listrik.

Sementara itu saat dikonfirmasikan kepada Manager Komunikasi PLN Wilayah Sumut, Rudi Hartono, membenarkan ada jaringan yang rusak akibat tertimpa pohon dikawasan Jalan Sepakat, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Medan, Sumatra Utara.

Akibat tertimpa pohon, saat ini tim dari PLN melakukan perbaikan dan penggantian material. "Mohon maaf atas ketidaknyaman atas kejadian ini," sebutnya.

Kemudian ia juga menghimbau warga agar melaporkan kalau ada pohon yang melintang diatas kabel listrik bisa melaporkan ke kantor PLN terdekat atau menghubungi 123. "Tolong laporkan biar kami bantu potong tidak dikenakan biaya," pintahnya.

Lanjutnya lagi, terkadang tim kami mengalami kendala melakukan pemotongan pohon yang berada diareal halaman rumah warga. "Ada kendala karena mereka minta ganti rugi kepada kami," bebernya. (Dc/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini