Anggota DPRD Bogor Soroti Defisit APBD Capai Miliaran

Editor: DETEKSI.co author photo
Ilustrasi
DETEKSI.co-Bogor, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Akhmad Saeful Bakhri menyoroti anggaran Belanja Daerah (ABPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang mengalami defisit hingga Rp 300 miliar.

Saeful menjelaskan jomplangnya rencana pembelanjaan dengan pendapatan tidak bisa lepas dari tidak tajamnya perencanaan program yang dilakukan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Jum'at (13/09/2019 ) sekitar pukul 10:00 wib

Politisi PPP itu menilai, persoalan utama ada ada perencanaan program yang tidak matang dan tidak tajam dalam mendukung visi misi indikator kinerja utama. Sehingga, kata dia, perencanaan harus dievaluasi.

“Pemkot Bogor wajib hukumnya melakukan evaluasi terhadap biaya-biaya operasional di seluruh SKPD, agar kelihatan, jadi anggaran lebih efektif dan efisien. Contoh, nggak perlu lah melakukan kunjungan kerja yang nilai feedback-nya tidak terlalu penting,” katanya.

berbagai solusi untuk mensiasati defisit anggaran, diantaranya dengan melakukan pemetaan terkait program mana saja yang bisa dibiayai APBD, mana yang bisa dikaver APBD Provinsi Jawa Barat, atau Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pemetaan juga mencakup pekerjaan yang bisa ditutupi dengan menyedot dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan sejenisnya.kata nya

“Defisit itu muncul, karena perencanaan yang nggak matang. Terlalu banyak anggaran yang diusulkan itu untuk program yang tidak terlalu penting,” tegasnya.

Untuk membuat APBD yang berasaskan keadilan, APBD yang diajukan per-SKPD haruslah dibedah dengan memperhatikan kewenangan, besaran, relevansi, luas wilayah dengan indikator kinerja utama. Saeful membandingkan, ada dinas tertentu yang punya cakupan kerja luas, tetapi dengan porsi anggaran yang minim. Beberapa kantor yang selingkungan misal Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) hingga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), punya porsi berbeda.

“Apa karena ada kategorisasi (dinas) elit? Nah ini membuat kesenjangan,” ujar nya
( Deddy rizqy )
Share:
Komentar

Berita Terkini