Dituding Maling, Dua Pria Asal Nias Dihajar Massa

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Medan, Dua orang pemuda menjadi bulan - bulanan di massa warga. Mereka dihajar massa karena tudingan maling di Jalan Simumba Karya, persis depan RSU Sufina Aziz Medan, Senin (23/09/2019) sekira 16:00 Wib.

Kedua korban yakni Robahati Nduru (28) yang tinggal di Jalan Bilal Medan, sedangkan temannya Faoziduhu Sihono (30) ia tinggal di Jalan Mabar Hilir Medan. Mereka dipukuli warga karena dituduh maling.

Informasi yang dihimpun wartawan topsumut kepada korban Robahati Ndruru, Selasa (23/09/2019) di depan Polsek Medan Helvetia, Aksi pengeroyokan itu berawal ketikan Oknum Polisi yang berbadan tegap melakukan pemukulan pertama terhadap korban.

Sementara kedua korban ketika mereka berhenti didepan rumah pelaku yang diduga oknum polisi tersebut. "Ngapain kau foto - foto rumahku," kata oknum polisi itu kepada kedua korban.

"Kami berhenti didepan rumah bapak itu, hendak kami menemui saudara kami yang ikut bimtek di Medan. Tiba - tida di depan rumah itu, keluar pria yang berbadan tegap memukuli kami. Sampai dia teriakkan kami 'maling, maling, maling' Sementara kami saat itu, tidak ngapaen - ngapaen," kata Robahati Nduru.

Tak lama kemudian, Karena diteriakan maling kedua korban didatangi warga setempat. Hingga di TKP terjadi pengeroyokan terhadap kedua korban. Saat itu, petugas keamanan komplek tersebut juga ikut melakukan pengeroyokan ampes korban di ikat di bawah pohon.

"Kami dituduh maling. Sampai Security itu memukul kami dan langsung di ikat kami di bawah pohon," ujarnya.

Setelah dilakukan pemukulan terhadap kedua korban, Oknum polisi (pelaku) menyerahkan korban ke petugas keamanan komplek tersebut. Bahkan security langsung menelpon petugas kepolisian Polsek Medan Helvetia untuk di jemput korban.

Hingga saat ini, kedua korban mengalami kepala pecah karena dipukul pakai kayu dan muka memar sampai membiru di muka Fauziduhu Sihono. 


Saat ini, kedua korban sedang membuat laporan di Polsek Helvetia atas penganiayaan yang dilakukan oknum Polisi yang bertugas Poldasu. 

Keluarga korban, Hadizonolo Nduru mengatakan, saat ini, korban sedang dilakukan konfrontir antara pelaku yang diduga oknum polisi dan kedua korban sedang berada di di polsek Helvetia.

"Mereka sedang di dalam ruangan pak, tadi mereka dipertemukan oleh Kapolsek Medan Helvetia," katanya.

Saat ditanya lanjutan kasus kedua korban, ia mengatakan tetap lanjut karena kedua korban mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan oknum polisi.

"Harus lanjut pak, karena pelaku salah satu diduga oknum polisi," ucap Hadi.

Hingga berita ini terbit di Topsumut wartawan masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kapolsek Medan Helvetia untuk dimintai keterangan Resmi. (Ones)
Share:
Komentar

Berita Terkini