Gali Potensi Desa, TPID Kec. Namohalu Esiwa Laksanakan Capturing

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Nias Utara, Menyukseskan Program Inovasi Desa (PID), Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kec. Namohalu Esiwa, Kab. Nias Utara, Provinsi Sumut, laksanakan kegiatan Capturing di beberapa desa diwilayah Kecamatan Namohalu Esiwa.

Ketua TPID Kec. Namohalu Esiwa, Firman Lahagu, kepada Deteksi.co Rabu (11/9/2019) mengatakan kegiatan Capturing dilaksanakan untuk menggali Potensi yang ada di desa-desa khususnya diwilayah Kec. Namohalu Esiwa.

Kunjungan (Capturing) ke desa juga bertujuan memberikan Himbauan kepada Pemerintah desa untuk mengelola Dana Desa (DD) dengan benar serta merencakan dan melakukan pembangunan  yang selalu mengedepankan skala prioritas dan diharpkan bisa meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. .

Lanjutnya, kegiatan Capturing yang kita laksanakan selama dua hari (10 – 11/ 09/ 2019) di lima desa, terdapat beberapa potensi sumber daya alam, apabila dikelola/ dikembangkan, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Adapun potensi yang kita temukan di beberapa desa seperti tersedianya bahan material bangunan (batu sungai) yang terdapat di desa Namohalu, desa  Tuhenakhe 1, Desa Ediwa dan desa Dahana Hiligodu. Sementara di desa Hilibanua terdapat potensi objek wisata, dimana di desa tersebut ada venomena alam (semburan lumpur berwarna abu-abu), lokasi itu biasa disebut “ LADU “, beber Ketua TPID.

Dihubungi via seluler (11/9/2019), Kepala Desa Hilibanua, Noitolo Lahagu, membenarkan bahwa TPID Kec. Namohalu Esiwa telah berkunjung ke desanya dengan tujuan laksanakan Capturing. Pada kesempatan tersebut pihaknya menunjukan dan mengantar TPID dilokasi semburan lumpur yang biasa disebut LADU.

Dijelaskannya, lokasi semburan lumpur dimaksud merupakan sebuah venomena alam, dimana dulu sekitar 50 tahun silam, dilokasi itu ada airnya yang rasanya asin serta sering muncul/ terlihat beberapa jenis ikan, namun seiring berjalannya waktu, air tidak ada lagi berubah menjadi semburan lumpur.

No’itolo mengatakan, Venomena alam yang ada diwilayah desanya punya data tarik dan berpotensi objek wisata bila dikelola/ dikembangkan, dimana pada waktu tertentu, semburan lumpur dilokasi LADU bisa saja tinggi hingga mencapai ketinggian pohon yang ada disekitarnya, jelasnya. (F. Lahagu)
Share:
Komentar

Berita Terkini