Hampir 200 Ribu Balita di Kabupaten Bogor Alami Stunting

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co- Bogor Bupati Bogor, Ade Yasin menyebut masih ada 188.996 balita di Kabupaten Bogor menderita stunting hingga akhir 2018 lalu. Kata dia, hal itu disebabkan adanya kesalahan dalam pola asuh pola makan dan sanitasi di tengah masyarakat.

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek dibanding teman seusianya.

“kalau pendek belum tentu stunting. Tapi kalau stunting sudah pasti pendek,” kata Ade dalam Mothers Programme di Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, Kamis (12/9/2019) sekitar pukul 10:00 wib

Mothers Programme sendiri menyasar para penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), agar memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya pola asuh, pola makan dan sanitasi kepada masyarakat.

Meski angka 188.996 balita stunting sangat minim dibanding 5,8 juta penduduk Bumi Tegar Beriman, Ade menilai angka itu cukup besar.

“Dalam Mothers Programme ini ada pelatihan pola hidup bersih dan sehat. Tapi ini jangan jadi seremonial saja. Harus diimplementasikan di tengah masyarakat. Ditularkan pengetahuannya. Karena angka stunting itu terlalu besar buat saya,” tegasnya.

Di waktu yang bersamaan Ketua Pokja IV TP PKK Jawa Barat, dr Siska Gervianti menjelaskan, delapan daerah di Jawa Barat menjadi fokus dalam pelatihan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah stunting.

“Kabupaten Bogor salah satunya di sambangi Garut, Sumedang, Kabupaten Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi, Karawang dan Subang,” kata Siska.

Menurutnya, secara keseluruhan di Jawa Barat terdapat 2,7 juta balita stunting dan telah menjadi perhatian serius Gubenur Ridwan Kamil agar Jawa Barat menjadi zero stunting pada 2023 nanti.

“Dengan pendekatan kepada remaja, ibu hamil, lalu setelah melahirkan, bayi diawasi sampai anak-anak itu berusia 2 tahun,” katanya. ( Deddy rizqy )
Share:
Komentar

Berita Terkini