Lapas se-Bogor Raya Undang Mahasiswa dan LSM Bahas RUU Pemasyarakatan

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co-Bogor, Merespon dinamika bangsa yg terjadi di beberapa daerah melalui gerakan mahasiswa yang menolak pengesahan sejumlah RUU, Pemasyarakatan tak tinggal diam. Pasalnya salah satu program legislasi nasional (prolegnas) yaitu RUU Pemasyarakatan yg rencananya akan disahkan oleh DPR RI pada akhir September ini ditunda pengesahannya, sebagai imbas dari penundaan pengesahan RUU KUHP.

Tak mau misspersepsi, Dirjenpas mengambil inisiatif untuk mensosialisasikan materi RUU Pemasyarakatan kepada masyarakat dan mahasiswa di setiap wilayah. Lapas/Rutan di lingkungan Bogor Raya yang terdiri dari 10 unit pelaksana teknis Pemasyarakatan pun segera menindaklanjuti inisiatif tersebut dengan mengundang perwakilan elemen masyarakat dan mahasiswa di sekitar wilayah Bogor. Bertempat di aula open camp peternakan terpadu Lapas Cibinong, Rabu (25/09/2019) sejak  pukul 13.30, gabungan Ka.Lapas/Ka.Rutan yg dimotori oleh Kalapas Bogor menyelenggarakan Focus Group Discussion/ FGD membahas RUU Pemasyarakatan.

Dihadiri oleh sejumlah perwakilan LSM dan mahasiswa di wilayah Bogor serta perwakilan dinas Kesbangpol Pemkab Bogor, FGD berlangsung secara interaktif. Kalapas Cibinong pun didapuk menjadi pembawa materi untuk mensosialisasikan RUU Pemasyarakatan kepada peserta FGD. Ruang diskusi dan penyampaian aspirasi dibuka lebar demi menampung masukan dari masyarakat dan mahasiswa.

Dalam arahan singkatnya, wakil kepala Kesbangpol Pemkab Bogor mengungkapkan FGD ini merupakan forum yang sangat bagus sebagai ajang publikasi, agar masyarakat menerima informasi secara utuh, tidak sepotong-potong yang akhirnya berpotensi menciptakan keresahan. 

"RUU Pemasyarakatan ini adalah penyempurnaan dari UU ttg Pemasyarakatan yg sudah ada sebelumnya karena dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum di masyarakat. RUU PAS ini menegaskan bahwa roh sistem perlakuan terhadap tahanan/narapidana di Indonesia didasarkan pada perubahan perilaku dan penilaian asessment resiko terhadap masing2 tahanan/narapidana", demikian ungkap Agung Krisna (Kalapas Cibinong- Deddy rizqy )

Humas Lapas pondok Rajeg Cibinong
Share:
Komentar

Berita Terkini