LSM KPK Minta Penegak Hukum Sidik Dan Penjarakan Oknum Pelaku Pungli Di SMK N. 1 Lahewa

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Nias Utara, Terkait dugaan Pungutan Liar (Pungli) penarikan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMK N 1 Lahewa, LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (KPK) terjunkan Tim Investigasi untuk menelusuri dugaan Pungli di sekolah tersebut yang didampingi beberapa Wartawan, Jumat, (20/9/2019)

Kepala Sekolah (Kasek) SMK N 1 Lahewa, Sulaiman Harefa, kepada LSM KPK dan Wartawan, pihaknya membenarkan bahwa sekolah telah menerima uang kepada para siswa penerima dana PIP sebesar Rp. 200.000 (dua ratus ribu rupiah) setiap siswa.

Uang yang dikumpulkan tersebut untuk keperluan: biaya transportasi ke Bank Rp. 70.000, biaya makan siswa Rp. 30.000 dan ucapan terima kasih kepada guru Rp. 100.000, totalnya Rp. 200.000, terang Kasek.

Memang benar pihak sekolah belum melaksanakan musyawarah bersama orang tua/ wali siswa namun para siswa penerima dana PIP sudah sepakat untuk memberikan uang Rp. 200.000 biaya keperluan yang saya jelaskan tadi, sebelumnya juga sudah kita konfirmasi kepada Ketua Komite sekolah sebagai perwakilan orang tua/ wali siswa, ucap Sulaiman Harefa.

Terungkapnya pungutan liar (Pungli) pada penarikan dana PIP di SMK N 1 Lahewa itu, berawal dari pengaduan orang tua/wali siswa yang merasa anaknya dimanfaatkan oleh oknum guru SMK Negeri 1 Lahewa untuk meraup keuntungan dari bantuan Pemerintah yang diperuntukan untuk membantu biaya pendidikan kepada siswa kurang mampu.

Salah seorang orang tua/ wali siswa yang tidak ingin disebut identitasnya, kepada Deteksi.co (21/9/2019) mengatakan sangat kecewa dengan pihak sekolah yang menjadikan anaknya sebagai " TOPENG " dalam melakukan aksi yang menurutnya tindakan itu Pungli. 

Coba bayangkan pak, lanjutnya, anak kami dimintai uang oleh pihak sekolah dengan dalil biaya pencairan dari bank dan ucapan terimakasih kepada guru, mereka (pegawai SMKN 1 Lahewa) telah digaji oleh pemerintah, namun itu selalu kurang bagi mereka, masih saja mencari cara untuk mendapatkan uang dari haknya siswa kurang mampu (dana PIP) , ucap orang tua/wali yang meminta identisnya dirahasiakan itu.
Ketua DPW II LSM KPK Kepulauan Nias, Trisman Gea, kepada Deteksi.co mengatakan sangat kita sayangkan adanya Pungli di SMK N 1 Lahewa dan pihaknya mengutuk perilaku oknum yang sengaja mencari keuntungan diatas penderitaan siswanya sendiri.
Menurutnya, dana PIP merupakan bantuan yang di berikan pemerintah kepada siswa yang orangtuanya kurang mampu membiayai kebutuhan pendidikan anak- anak mereka, namun oknum tertentu memanfaatkan kesempatan tersebut, cetus Trisman. 

"Uang Rp. 200.000 memang kecil bagi oknum pegawai SMKN 1 Lahewa, namun sangatlah besar bagi siswa yang serba kekurangan", tegasnya. 

Atas tindakan yang diduga Pungli itu, kita minta pihak penegak hukum segera sidik oknum pegawai SMKN 1 Lahewa dan siapa saja yang terlibat pada Pungli tersebut untuk dipenjarakan, sebab perbuatan oknum sangat bertentangan dengan hukum, tegas Ketua DPW II LSM KPK. (F. Lahagu)
Share:
Komentar

Berita Terkini