Masyarakat Minta Bupati Paluta Batalkan Pencalonan Kembali Mantan Kepala Desa Kosik Putih

Editor: Irvan author photo
Kantor Desa Kosik Putih, surat penolakan masyarakat dan anak dibawah umur yang dinikahi oknum mantan Kepala Desa. 

DETEKSI.co - Medan - Masyarakat Desa Kosik Putih Kecamatan Simangambat Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mengeluhkan buruknya pelayanan masyarakat dan infrastruktur, dengan ini meminta Bupati Paluta agar pencalonan terhadap oknum Drs Irwansyah Harahap dibatalkan sebagai calon Kepala Desa yang akan dilaksanakan pada bulan September 2019 ini.

Pasalnya, selama menjabat Kepala Desa Kosik Putih, okunum Drs Irwansyah Harahap kerap bertindak arogan khususnya terhadap masyarakat Desa Kosik Putih, selain bertindak arogan mantan kepala desa tersebut juga kerap mempersulit masyarakat dalam pengurusan administrasi seperti, pembuatan KK, KTP, dan surat-surat lainnya

Perlu diketahui pada tahun 1985 hingga sampai tahun 2018, mantan Kepala Desa tersebut diduga telah melakukan pungli terhadap para supir truk pengangkut kelapa sawit yang melintas di Jalan Desa Kosik Putih, "oknum mantan Kepala Desa tersebut membangun portal dan penghalang agar tidak dapat dilintasi sejumlah mobil truk pengangkut kelapa sawit yang melintasi Desa Kosik Putih, hal itu dilakukan agar mantan kepala desa itu dapat dengan leluasa melakukan pungli terhadap para supir. Dia mengutip per supirnya sebesar Rp. 50 ribu per truk. Coba dibayangkan dalam satu hari berapa truk yang melintas di Kosik Putih, dan uangnya tidak masuk PAD Pemkab Paluta melainkan masuk kekantongnya sendiri," ujar salah seorang warga berinisial DPT, kepada wartawan, Selasa, (10/9/2019).

Selain itu, oknum Drs Irwansyah Harahap tidak mencerminkan seorang pemimpin terhadap masyarakatnya, sambung DPT mengungkapkan, pasalnya oknum Drs Irwansyah Harahap diduga doyan mengkoleksi istri muda.

Anehnya, istri ketiga yang dinikahinya masih anak-anak dibawah umur, yang masih duduk dibangku Sekolah Menegah Pertama (SMP). "Padahal oknum Drs Irwansyah Harahap sudah memiliki 2 orang istri, dan Ia juga menjadikan anak dibawah umur berinisial LP menjadi istri ketiganya. Hal itu jelas telah melanggar Undang-undang tentang anak dan perempuan, " ungkap DPT.

Kemudian DPT membeberkan bahwa oknum Drs Irwansyah Harahap diduga telah membekingi pabrik kelapa sawit PT CIS yang notabene milik warga WNI keturunan yang berinisial IL yang diduga tidak memiliki ijin pembangunannya. Akibatnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Paluta dirugikan dengan pembangunan PT CIS yang tidak memiliki ijin.

"Masyarakat berharap kepada Bupati Paluta agar mengeluarkan surat pembatalan Drs Irwansyah Harahap dalam pencalonan sebagai kepala desa Kosik Putih," ucap DPT.

Tambah DPT, oknum mantan kepala desa itu pernah membangun Titi di Desa Cindus pada tahun 2008 yang terkesan mubajir sampai sekarang jembatan itu tidak bisa digunakan karena tidak sesuai bestek. Pada hal pembangunan Titi itu berasal dari anggaran belanja APBD Paluta.

DPT juga meminta kepada Kapolda Sumatera Utara untuk segera turun ke Desa Kosik Putih untuk melakukan penyelidikan terhadap peraktik pungli yang diduga dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab terhadap para supir penggangkut kelapa sawit yang melintasi Desa Kosik Putih. Selain itu juga masyarakat mendesak Kapolda Sumut dan Ketua Komisi Perlindungan Anak (KPAI) Arist Merdeka Sirait memanggil oknum mantan Kepala Desa Kosik Putih, karena telah menikahi anak dibawah umur.

Perlu diketahui, berdasarkan UU 52 tahun 2009, tentang kependudukan dan pembangunan keluarga, melalui strategi pendewasaan usia perkawinan di sarankan perempuan menikah diatas usia 20 tahun dan laki  diatas usia 25 tahun.

Kalau alasan ekonomi, bisa jatuh ke eksploitasi sehingga akan terjerat undang-undang trafiking, yaitu UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Jadi, menikahi anak dibawah umur tentu ada sanksinya. Baik yang menikahi maupun penghulunya dapat dikenakan sanksi. Kalau orang tuanya yang memaksa, bisa jadi orang tuanyapun akan dikenakan sanksi

Hal senada juga dikatakan oleh Py selaku Pemerhati Pendidikan dan Lingkungan di Desa Kosik Putih Kecamatan Simangambat, Kabupaten Paluta sangat menyayangkan peristiwa itu. "Seharusnya oknum mantan Kepala Desa itu memberikan contoh yang baik bagi masyarakatnya, ini malah menikahi anak dibawah umur yang lebih pantas dianggap sebagai cucunya," ujarnya.

Tambahnya, Ia juga mengungkapkan selama kepemimpinan oknum Drs Irwansyah Harahap kerap bertindak arogan terhadap masyarakat Desa Kosik Putih, selain bertindak arogan mantan Kepala Desa tersebut juga kerap mempersulit masyarakat dalam pengurusan administrasi seperti, pembuatan KK, KTP, dan surat-surat lainnya.

"Menurut saya dia tidak pantas mencalonkan diri kembali menjadi Kepala Desa, karena tugas Kepala Desa adalah untuk melayani masyarakat dan bukan untuk dilayani masyarakat," tegasnya.

Ketika dikonfirmasi wartawan kepada oknum mantan Kepala Desa tersebut melalui telpon selulernya di Nomor 08137800XXXX, namun tidak di anggkat. (Dc/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini