Prostitusi Modus Panti Pijat Marak di Cileungsih

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Bogor, Wilayah Cileungsi Kidul, Kabupaten Bogor, memiliki cerita praktek prostitusi dengan modus panti pijat.

Terungkap hal ini kepada salah satu warga yang tidak ingin disebut identitasnya, mengaku bahwa praktek prostitusi ini rata-rata tidak berizin.

Menanggapi laporan warga tim deteksi.co Bogor langsung bergerak  ke Cileungsi ke tempat Pijat yang dijadikan tempat prostitusi. Karena sudah terlaku marak praktek prostitusi dengan modus refleksi pijit buka 24 jam

Saat tim deteksi.co tiba Lokasi persisnya, berada di tanah garapan,saat tim deteksi menemui salah satu warga wn ( 35 ) 5/9/2019 sekitar pukul 14:00  mengatakan tempat ini sudah sering di razia oleh aparat hukum tapi tetap aja masih buka ,
Ia mengatakan umpama siang ini di razia langsung tutup beberapa jam kemudian buka lagi Percuma kan,kata sambil nada kesel .

Ia juga mengatakan terkadang  buka terus enggak tutup -tutup , menurutnya, tidak ada tindakan tegas selama ini dari aparat keamanan setempat. Ia melanjutkan, mungkin ada oknum aparat keamanan yang bermain di sana.

Mungkin Mereka sudah bayar oknum aparat keamanan. Tiap malam ada mobil patroli yang narik iuran harian, uang keamanan. Satu panti kalau harian Rp 10 ribu. Bulanan Rp 300 ribu-Rp 450 ribu. Di sini kan ada belasan panti, berderet  katanya.

Panti bermodus prostitusi ini, mempunyai akun masing-masing, tutup pada pagi pukul 04.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB.
berpenampilan layaknya panti pijat biasa dengan para pekerja para perempuan dari daerah lain dengan kisaran usia 24 tahun hingga nenek-nenek. Semakin banyak pekerja di panti itu, katanya,

germonya akan semakin senang lantaran semakin banyak pilihan bagi tamu Nawarin mijat, di dalamnya nanti lain. Kadang gak mijat, langsung main,

rmRata-rata pelanggan bukan cari jasa pijat, malah sudah tahu bahwa di situ lokasi plus-plus ,Cileungsi ini terlalu bebas. Mudah buka usaha ginian, kedok panti pijat dengan pemilik tiap panti berbeda-beda. Kesannya pembiaran gitu,Waktu jam operasionalnya pun, kata dia, sudah terlau vulgar, lantaran buka sampai pagi pukul 05.00 WIB.

Paling mudah untuk bisa kerja di sana, asalkan dia itu perempuan. Dengan semakin banyak pekerja, panti pun semakin ramai, dan bisa banting harga karena harus bersaing dengan panti serupa di sana.

Harga bisa Rp 250 ribu langsung plus-plus, tapi gak pijat. Kadang bisa (melayani) tamu 15, kadang 8, boss gak mau tahu, gimana caranya bisa rame pantinya,Demi meramaikan panti masing-masing, para pekerja itu, katanya

Sampai-sampai mempromosikan dirinya di media sosial, seperti di aplikasi, line MiChat. Ia pun menjelaskan coba buka aplikasi tersebut mereka menampilkan memperlihatkan foto ,katanya

Menurut saya murni prostitusi, gak ada miras karena takut dirazia. Kadang ada bocoran kapan ada raazia, jadi tutup dulu habis razia udah lewat buka lagi, katanya. (Deddy rizqy)
Share:
Komentar

Berita Terkini