Puluhan Bal Pakaian Bekas Asal Luar Negeri Diduga Ilegal Diselundupkan ke Labuhanbatu

Editor: DETEKSI.co author photo
Kain bekas / Monja
DETEKSI.co - Labuhanbatu, Diselundupkan melalui jalur laut, pengiriman puluhan Bal pakaian bekas alias Monza dari luar negeri diduga ilegal, berhasil lolos melintasi Jalan Lintas Daerah (Jalinda) pesisir Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. 

Kali ini, sejumlah unit boat pengangkut puluhan Bal pakaian bekas diduga ilegal, bersandar di tangkahan kecil tempat pembongkaran (tangkahan tikus - red), di Dusun Sei Dondong, Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Sabtu dinihari, 21 September 2019, sekira pukul 02.00 WIB. 

Setelah selesai dibongkar dari boat pengangkut, kemudian puluhan bal pakaian bekas tersebut langsung dimuat ke dalam dua unit truck Mitsubishi Colt Diesel yang sudah menunggu dari awal. 

Masyarakat setempat yang tidak terima desa mereka dijadikan sebagai tempat bongkar muat barang illegal, mendatangi lokasi bongkar muat bal pakaian bekas di tangkahan tikus Dusun Sei Dondong, Desa Bagan Bilah tersebut. 

Nyaris terjadi keributan pada dinihari itu antara masyarakat dengan para pekerja bongkar muat. 

Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena masyarakat semakin ramai berkerumun, dua unit truck Mitsubishi Colt Diesel, BK 8675 YY dan BK 8810 XV yang sudah selesai memuat puluhan bal pakaian bekas itu pun segera berangkat ke tempat tujuan yang telah ditentukan, melintasi Jalinda pesisir Kabupaten Labuhanbatu. 

Sementara, puluhan bal lagi pakaian bekas yang belum sempat dibongkar dari dalam sejumlah boat pengangkut, karena proses bongkar muat terhenti akibat ditentang warga, kembali dibawa berlayar ke perairan Sungai Barumun. 

Namun, tak berapa lama kemudian, sejumlah unit boat pengangkut bal pakaian bekas dari luar negeri yang muatannya belum berhasil dibongkar tersebut, keburu ditangkap petugas Satuan Polisi Air dan Udara (Pol Airud) Polres Labuhanbatu di peraian Sei Berombang, Kecamatam Panai Hilir. 

Salah seorang bernama Suwarno, diduga sebagai yang mengkoordinir proses bongkar muat di lokasi itu, ketika dihubungi, Sabtu, 21 September 2019, mengatakan bahwa telah terjadi kesalah-pahaman dengan masyarakat setempat, sehingga proses bongkar muat bal pakaian bekas terpaksa dihentikan. 

Menurutnya, sebelum proses bongkar muat bal pakaian bekas dilakukan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dan pendekatan dengan berbagai pihak terkait di wilayah itu. 

"Dinihari tadi terjadi keributan dengan masyarakat setempat, padahal sebelumnya semuanya sudah diurus. Tapi masih ada saja yang ribut. Terserah kalau mau diberitakan! Besar-besar buat beritanya!" ujarnya dengan nada agak tinggi. 

Sementara itu, di tempat terpisah, Kasat Pol Airud Polres Labuhanbatu, Iptu AZ Ginting, saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan perihal penangkapan dilakukan anggotanya terhadap boat pengangkut bal pakaian bekas tersebut. 

"Benar, kita ada menangkap boat yang mengangkut bal pakaian bekas di perairan Sei Berombang. Saat ini sedang dilakukan proses pemeriksaan," ujarnya. Namun, dengan alasan masih sibuk, Iptu AZ Ginting enggan menjelaskan berapa unit jumlah boat yang diamankan tersebut. 

Sedangkan Kapolsek Panai Tengah, AKP Rudi Hartono Lapian, saat dikonfirmasi via telepon seluler pada hari yang sama, mengatakan tidak mengetahui bahwa di wilayah hukumnya ada kegiatan bongkar muat bal pakaian bekas diduga ilegal. Dia mengatakan sedang berada di Rantauprapat karena ada urusan kedinasan. 

"Saat ini saya sedang berada di Rantauprapat. Inilah sekarang kita masih cari informasinya terkait hal itu. Anggota saya masih di lapangan melakukan pengecekan, apakah informasi itu benar atau tidak," ujarnya. (Ari) 
Share:
Komentar

Berita Terkini