Rajuddin Sagala: Bonus Atau Intensif, Tergantung Kesepakatan Antara Perusahaan dan Buruh

Editor: Irvan author photo
Anggota DPRD Medan, H. Rajuddin Sagala, S.Pdi.

DETEKSI.co - Medan, Maraknya aksi demo buruh selama ini yang selalu mempermasalahkan pembayaran Bonus ataupun Intensif didalam satu perusahaan ke pada buruh, anggota DPRD Medan, H. Rajuddin Sagala, S.Pdi angkat bicara.

"Sebenarnya kalau melihat peraturan perburuhan yang berlaku sekarang, itu mengacu kepada Undang-Undang yang sudah di sahkan oleh pemerintah pusat maupun daerah, seperti gaji yang dibayar sesuai UMR dan uang lembur bagi yang bekerja diluar jam kerja," ujar politisi dari Fraksi PKS ini, Kepada wartawan, Rabu (18/9/2019).

Sambung Rajuddin Sagala kembali, jadi kalau masalah Intensif atau Bonus itu kesepakatan internal antara buruh dan perusahaan dimana mereka bekerja, dan apabila perusahaan tersebut mendapat keuntungan ataupun laba.

"Namun apabila perusahaan tidak mendapat laba maupun keuntungan bagaimana mereka mau membagikan bonus ataupun intensif kepada buruh sebagaimana yang mereka tuntut saat unjuk rasa. Ini yang membuat pemerintah daerah terutama DPRD Kota Medan tidak dapat campur tangan terlalu jauh," ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Rajuddin menerangkan, semua permasalahan yang timbul diantara buruh dan perusahaan dapat diselesaikan dengan komunikasi yang bersifat kekeluargaan.

"Ibarat suatu permasalahan yang ada di rumah tangga dan internal perusahaan mereka, jadi kedepankanlah komunikasi seperti suami dengan istri ataupun Ayah dengan Anak," sebut Rajuddin. (Dc/van)
Share:
Komentar

Berita Terkini