Terima Kasih Bupati Bogor Telah Merenggut Masa Depan Anak Kami

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Bogor, Warga kena gusur sindir Bupati Bogor dengan sebutan telah merenggut masa depan anak kami, Penggusuranan Alasan tanpa Ijin IMB ( Ijin Mendirikan Bangunan) di lapangan para layang kamp Pangsiunan, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua Kab Bogor, telah adakan apel gabungan dalam rangka penertiban bangunan tanpa ijin, dipimpin Apel oleh Kasat Pol PP Drs Herdi dengan jumlah personil gabungan 500 orang.

Pengamanan Penggusuran tersebut melibatkan unsur, Anggota Polres Bogor, Sat Pol PP Kab Bogor, Anggota Koramil , Anggota Den POM III/Siliwangi, Anggota Kodim / Koramil 24 Cisarua, Anggota Pemadam kebakaran, Anggota PMI dan Anggota Tagana kab Bogor, Rabu (04/9/2019).

Pada pukul 08.15 wib, Personil gabungan bergerak dari lapangan para layang desa tugu selatan ,kec cisarua menuju lokasi penertiban bangunan yg tanpa izin, Pukul 08.30 wib, Personil gabungan telah tiba di lokasi Rt 01/07 kamp Naringgul Desa Tugu selatan,Kecamatan Cisarua,Kab Bogor.ujarnya

setelah tiba di lokasi ada perlawan dari warga setempat yg dipim sdr Nurhadi dg jml kl 50 orang dg cara bakar2 ban bekas,sampai mengganggu pengguna jln raya dan menjadikan macet,tetapi langsung padam kan oleh pihak pemadam kebakaran kab bogor ,

Pada pukul 09.40 wib, api sudah padam dan arus lalulintas lancar kembali. Aksi perlawanan dari warga tersebut menuntut agar pihak dari pemerintah memberikan dan mau mengabulkan tuntutan tuntutan dari warga adapun pengajuan tuntutan dari warga tersebut di wakili

Warga menginginkan ganti rugi dan di ganti oleh pihak pemerintah kab Bogor atau di pindahkan ketempat yg baru  layak untuk tempat tinggal.katannya

Meminta agar pelaksana pembongkaran di tangguhkan karena akan di bongkar sendiri .kata sdr Doni/Reza (Pengacara)

Bangunan Liar Kampung Naringgul Rata dengan Tanah,Setelah tertunda beberapa waktu, akhirnya petugas gabungan yang dipimpin Satpol PP Kabupaten Bogor akhirnya membongkar bangunan liar di Kampung Naringgul RT 01/17, Desa Tugu Utara, Cisarua, Kabupaten Bogor. Sebelum pembongkaran itu, warga sempat melakukan aksi bakar puing kayu.

Adapun pembongkaran bangunan liar itu sempat tertunda. Namun, setelah Pemkab Bogor memfasilitasi dengan PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP) sebagai pemilik lahan akhirnya pembongkaran bisa dilakukan. Syaratnya, PT SSBP memberikan uang kerahiman terhadap keluarga terdampak.,Uang kerohiman sebesar Rp30 juta untuk 26 pemilik rumah tinggal.

Awalnya warga menolak uang kerahiman sebesar Rp20 juta untuk 26 warga Kampung Naringgul pemilik rumah huni. Tapi, setelah nilainya naik menjadi Rp30 juta akhirnya warga merelakan bangunan rumah huninya dibongkar, uang kerahiman sebesar Rp30 juta itu untuk biaya pindah, mengontrak rumah, dan lain sebagainya.

Uang kerahiman jadi tidak perlu ada payung hukum seperti peraturan daerah maupun peraturan bupati. Rencananya, besok warga Kampung Naringgul yang bangunan rumah huninya dibongkar akan mendapatkan uang kerahiman tersebut. Sementara lahannya akan dikembalikan fungsinya menjadi area perkebunan. (Deddy rizqy)
Share:
Komentar

Berita Terkini