Tersangka Pembunuh Lansia Polres Bogor, Ini Kronologisnya

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Bogor Butuh waktu lebih dari 1 tahun bagi Polres Bogor untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap 2 orang lansia yang terjadi di Kampung Pabuaran RT04/03, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor pada 30 Mei 2018 lalu.

Polisi menangkap pelaku RN (36) di wilayah hukum Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, saat sedang bekerja sebagai kuli bangunan, sekitar satu pekan yang lalu.

RN membunuh pasang suami istri, SM (70) dan HN (65) usai sebelumnya masuk ke rumah korban dengan maksud membeli rokok di warung milik korban pada Kamis, 30 Mei 2019 sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky menjelaskan, korban HN sempat mempersilakan pelaku untuk mengambil sendiri rokoknya.

Namun, saat pelaku di warung oleh korban SM diteriaki maling dan menyerang dengan mencakar mulut RN, Pelaku mendorong SM hingga terjatuh akibat terpeleset keset, dan dihabisi pelaku dengan memukul dan mencekik korban hingga meninggal dunia.

Pelaku kemudian menutup pintu dapur dari dalam. Pelaku juga mendorong HN hingga membentur tempat tidur dan memukul dada dan kepala HN serta mencekiknya hingga meninggal dunia.

Kemudian pelaku menyeret tubuh SM ke kamar untuk disatukan dengan HN. Pelaku lalu melarikam diri dengan memanjat kursi untuk menjebol plafon rumah untuk kembali ke kontrakan yang berada di sebelah rumah korban,” kata Dicky dalam keterangan persnya, Selasa (17/9/2019).

Saat kabur, RN sempat bertemu dengan empat orang saksi, yakni JMS, SNY, RHT dan SDR pada sebuah gang kecil. Di mana keempatnya kenal dengan pelaku dan memberitahu polisi bahwa pelaku melarikan diri ke Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Saat ditangkap pelaku ini kaget karena ternyata polisi masih mengusut kasus dan mencarinya. Ini bukti komitmen kami, meski sudah setahun tetap kami usut,” tegas Dicky.

RN dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang pembunuhuan dan atau penganiayaan hingga mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Deddy rizqy)
Share:
Komentar

Berita Terkini