YRKI Minta Kompolnas & Komnas HAM Segera Turun Tangan Usut Tindakan Kekerasan Terhadap Mahasiswa

Editor: Irvan author photo
Aksi unjuk rasa mahasiswa di depab g DPRD sumut. (foto/ist)

DETEKSI.co - Medan, Aksi gelombang unjuk rasa mahasiswa yang terjadi pada Rabu (24/9/2019), lalu di depan gedung DPRD Sumatera Utara kembali memunculkan tindakan kekerasan oleh oknum aparat kepolisian terhadap mahasiswa/pengunjuk rasa.

Kejadian ini menciderai kebebasan berpendapat yang telah dijamin konstitusi dan tindakan oknum kepolisian yang diduga berulang-ulang melakukan kekerasan kepada mahasiswa di depan gedung DPRD Sumut.

Hal ini mengingatkan kita kembali pada tindakan kekerasan oknum polisi terhadap mahasiswa dalam aksi unjuk rasa pada 20 September 2018 silam, di tempat yang sama.

Peristiwa ini seakan menyampaikan pesan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat hukum adalah sesuatu hal yang dibenarkan dalam menghadapi warga negara yang sedang menyampaikan aspirasi dan tuntutannya. Padahal, tindakan kekerasan aparat tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.

Menanggapi peristiwa itu, Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI), mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian terhadap mahasiswa yang juga merupakan warga Negara Indonesia yang sedang berunjuk rasa.

"Kami meminta kepada Propam Polri agar mengidentifikasi lebih lanjut oknum polisi yang melakukan tindakan kekerasan kepada pengunjuk rasa," seru Ketua YRKI, Amir Hamdani Nasution, Kamis (26/9/2019).

Tidak itu saja, Ketua YRKI juga meminta kepada Komnas HAM dan Kompolnas segera mengusut tindakan kekerasan tersebut.

"Komnas HAM dan Kompolnas diminta segera mengusut tindakan kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian dengan sesegera mungkin," tegas Amir Hamdani Nasution.  (ir)
Share:
Komentar

Berita Terkini