Diguyur Hujan Dua Jam, Jalan Jawa Mirip "Sungai"

Editor: Irvan author photo
 Sekertaris DPD MOSI Sumut, Rochi S.K. Pasaribu, SP (atas) dan kondisi banjir di Jalan Jawa, Medan (bawah). (foto/ist)


DETEKSI.co - Medan, Diguyur hujan selama lebih kurang dua jam, Jalan Jawa tepanya di depan Centre Point dan Polsek Medan Timur langsung mengalami banjir bagai sebuah anak sungai, Rabu (9/10/2019) sekira pukul 16.15 WIB.

Diduga penyebab banjir tersebut terjadi akibat buruknya kondisi drainase yang ada di jalan tersebut.

Akibatnya, sejumlah sepeda motor dan mobil yang terjebak di Jalan Jawa di depan Centre Point mengalami mogok. Mesin sepeda motor dan mobil milik pengemudi yang melintas di jalan tersebut mati.

Menurut salah satu pengendara bernama Hendrik (35) warga Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Medan Helvetia ini, pada saat ia melintas di Jalan Jawa tersebut mengaku kesal.

"Kesal kali aku bang pas hujan-hujan melintas di Jalan Jawa depan Centre Point ini yang banjir mirip seperti sebuah anak sungai. Sepeda motor ku hampir tergenang semuanya dan jadi mogok," ucap Hendrik.

Hendrik mengaku banjir yang terjadi di Jalan Jawa tersebut akibat buruknya drainase yang ada di jalan itu.

"Masa hujan sebentar selama dua jam tapi Jalan Jawa ini sudah banjir bandang seperti sungai. Ini sudah pasti diakibatkan buruknya drainase yang ada di kanan dan kiri Jalan Jawa tersebut," ngaku Hendrik.

Untuk itu, sambung pria yang sudah berkeluarga ini meminta kepada Pemko Medan, agar segera memperbaiki saluran drainase yang ada di kedua sisi jalan Jawa tersebut.

"Saya selaku warga Kota Medan yang mendambakan kenyamanan berlalulintas dari banjir di jalan raya, meminta kepada Pemko Medan, agar segera memperbaiki drainase yang dianggap rawan banjir apabila turun hujan," harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Rochi S.K. Pasaribu mengatakan buruknya sistem drainase yang ada di beberapa wilayah Kota Medan membuat resah masyarakat Kota Medan.

"Saya meminta kepada Wali Kota Medan agar segera dilakukannya perbaikan drainase di segala sudut Kota Medan terutama di Kecamatan Medan Timur," ungkap Sekertaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Media Organisasi Siber Indonesia (MOSI) Sumatera Utara (Sumut).

Selanjutnya ia menegaskan. jangan ketika ada maunya para petinggi yang ada di Kota Medan ini baru seluruh drainase yang ada di Kota Medan baru dilakukan normalisasi parit. (Dc/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini