Dua Dari Tiga Pembobol Toko HP Union Smartphone Store Ditembak Polda Sumut

Editor: Irvan author photo
Para pelaku pembobol Toko HP Union Smartphone Store ditangkap Polda Sumut.

DETEKSI.co
- Medan, Dua dari tiga pelaku pembobol toko HP Union Smartphone Store, di Jalan Gagak Hitam No 14-15 Medan ditembak personil Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut karena melawan dan mencoba kabur saat dilakukan pengembangan kasus.

Kedua pelaku yang ditembak tersebut yakni berinisial AN (21) warga Jalan Binjai Km 8,5 No. 54, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal dan MDA (19) warga Jalan Sunggal Lingkungan 7, Kecamatan Medan Sunggal. Sedangkan pelaku yang tidak ditembak adalah MN (30) warga Jalan Sunggal Serba Setia Gang Kuini, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.

Terungkapnya aksi para pelaku berkat laporan dari pemilik toko. Dalam pengaduannya, toko korban dicuri para pelaku yang dilakukan pada Selasa (22/10/2019) sekira pukul 17.00 WIB.

“Awalnya pelaku AN bersama rekannya bernama Ilham alias Kodok bertemu dengan MDA di warung yang berada depan toko yang hendak dicuri tersebut. Di warung itu, Ilham mengajak AN dan MDA untuk melakukan pencurian di Toko Union Smartphone Store Jalan Gagak Hitam No.14-15 Medan tersebut,” ujar Dirreskrikum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djajadi, didampingi Kasubdit III/Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak, Rabu (30/10/2019).

Demikian kata Andi Rian, AN dan Ilham melakukan pemantauan hingga toko tutup pada pukul 23.00 WIB. Kemudian, pada Rabu (23/10/2019) dini hari sekira pukul 02.03 WIB, AN dan Ilham (otak pelaku) menjemput MDA.

Setelah bertemu, AN menyuruh MDA memantau situasi depan toko. Selanjutnya, AN dan Ilham memanjat plang merk toko naik ke lantai 2 dan membuka jendela kaca yang tidak terkunci lalu masuk ke dalam.

“Dari lantai 2, kemudian AN dan Ilham menuju ke lantai 1 dengan cara merusak pintu menggunakan obeng yang sudah disiapkan. Di situ, AN menuju meja kasir dan menemukan mangkok berisi kunci lemari dan kunci pintu,” kata Andi Rian.

Dikatakan Andi Rian, dari lemari tersangka mengambil 61 unit HP Samsung berbagai tipe. Selanjutnya AN dan Ilham memasukkan 61 unit HP tersebut ke dalam tas yang ditemukan di dalam toko. Setelah itu, keduanya keluar membawa HP dari toko dengan membuka pintu toko.

Bersembunyi Nginap di Hotel

Usai beraksi, kemudian AN, Ilham dan MDA bersembunyi dengan menginap di Hotel Selayang Pandang atas pesanan MN, teman dari AN. Lalu, pada Kamis (24/10/2019) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Ilham membawa 8 unit HP Samsung untuk dijual. Disaat bersamaan, AN dan MDA pindah ke Hotel Bukit Permai diantar oleh MN.

“Pukul 07.00 WIB, MN meminta izin kepada AN untuk menjual 1 unit HP Samsung A30. Pukul 14.00 WIB, AN dan MDA menemui Andira Nasution di depan Lapas Tanjung Gusta dan menyerahkan 41 unit HP untuk dijual,” tutur Andi Rian.

Sementara dari penuturan Kasubdit III Jatanras, AKBP Maringan Simanjuntak menambahkan, pelaku AN berperan ikut merencanakan pencurian. Dia juga pernah menjalani hukuman selama 2,6 tahun terkait kasus pencurian pada tahun 2017 di Jalan Sunggal.

Kemudian pelaku MDA berperan sebagai joki setelah pencurian. Dia pernah menjalani hukuman selama 2,5 tahun terkait kasus narkoba/pemakai pada tahun 2014 dengan TKP di kawasan Sunggal. Sementara, pelaku MN berperan sebagai kurir yang menjual HP hasil curian.

“Ilham sebagai otak pelaku yang merencanakan pencurian dan saat ini sedang dalam pengejaran (DPO). Begitu juga AN alias Botak (DPO). Selain itu, melakukan pencarian terhadap barang bukti lainnya,” sebut Maringan.

Lanjuit Maringan, dari ketiga pelaku pembobol toko HP tersebut disita sebagai barang bukti 13 HP Samsung berbagai tipe yang masih baru dalam kemasan, 5 unit HP yang digunakan tersangka, 1 unit sepeda motor Honda Genio, dan 1 unit sepeda motor Yamaha Aerox BK 4799 AIA .

Atas perbuatannhya para pelaku dikenakan Pasal 363 dan Pasal 480 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara. (Dc/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini