Pemberkatan Nikah Anak Dibawah Umur Oleh Oknum Pendeta, Kangkangi UU Perlindungan Anak

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co – Nias Utara, Kasus Pemberkatan Nikah anak di bawah umur Oleh Oknum Pendeta Salah satu Gereja menuai kecaman dari berbagai pihak  termasuk beberapa pimpinan LSM yang ada di Kabupaten Nias Utara karena Oknum pendeta yang di maksud Telah mengangkangin Undang – Undang Perlindungan Anak.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Jurnalis Hukum Kabupaten Nias Utara Yason Harefa Kepada Deteksi.co Rabu (09/10/2019) mengatakan Pemberkatan Nikah Anak di bawah Umur sebenarnya tidak boleh di lakukan oleh Pendeta karena melanggar undang undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan Anak.

Dikatakannya, baiknya Pendeta sebagai hamba Tuhan, anak di bawah umur itu di Gembalakan di Bina dan di bawa ke jalan yang benar, bagaimanapun sianak (yang bersangkutan) ngotot ingin menikah, hamba Tuhan wajib menuntun dan menyadarkan agar jangan mengikuti ke inginan sesaat. Namun apa yang dilakukan Oknum Pendeta ini adalah menjerumuskan Anak dibawah umur yang seharusnya layak mendapatkan pendidikan, tetapi karena tidak bijak akhirnya layak di berkati sebagai suami istri. 

Dijelaskannya, Kasus ini sudah di tangani oleh Unit PPA Polres Nias  Pelapor (Orang Tua Perempuan) serta Pendeta yang memberkati sudah di mintai keterangan oleh penyidik kita berharap Pihak Polres Nias Menegakkan Hukum agar jangan terulang hal yang sama lagi di Pulau Nias Khususnya di Kabupaten Nias Utara. Ungkap Yason. 

Kasus Pemberkatan Nikah Anak di bawah umur ini, terjadi di salah satu Gereja BNKP di Kecamatan Lahewa Timur Resor 34 Kabupaten Nias Utara, pada tanggal 21 September 2019 Sekitar Pukul 23'30 malam yang di lakukan oleh oknum Majelis jemaat BNKP Agape Mulai dari Pendetanya, Ketua BPMJ dan Beberapa Majelis jemaat lai nya.

Informasi yang didapatkan, Sebelum Pemberkatan Nikah dilaksanakan Oleh Pendeta sesuai dengan kesepakatan Majelis Jemaat, Orang Tua Laki laki wajib menyetor Uang sebesar 5 Juta Rupiah kepada mereka, setelah di sanggupi oleh Orang Tua Laki laki baru dilakukan pemberkatan oleh pendeta. Namun di saat Majelis Jemaat Agape mengambil keputusan itu terkesan di paksakan karna satu orang Pun dari pihak perempuan tidak ada yang tau Pemberkatan dimaksud. Uang yang lima juta tadi dibagi - bagi dan sebagian diberikan ke KAS jemaat. 

Atas kejadian itu Orang tua perempuan yang ada di Seberang (Pekan Baru ) Terpaksa Balik ke Nias dan membuat Laporan di Polres Nias karena merasa Anaknya telah di perjual belikan oleh oknum Majelis Jemaat BNKP Gereja Agape kepada seorang laki laki dengan Meminta uang 5 juta rupiah, sekarang Kasusnya sedang di Tangani oleh Pihak PPA Polres Nias. (Tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini