Priode September - Oktober 2019, Polrestabes Medan Musnahkan 169 Kg Ganja dan 9,5 Kg Sabu

Editor: Irvan author photo
Polrestabes Medan Musnahkan 169 Kg Ganja dan 9,5 Kg Sabu.(foto/ir)


DETEKSI.co - Medan, Sebanyak 169 Kilo ganja dan 9,5 kilo gram sabu dimusnahkan oleh Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan. Barang haram tersebut dimusnahkan dengan cara dimasukan kedalam mesin inseminator.

Narkoba yang dimusnahkan itu hasil sitaan dari ke tujuh tersangka yang sebelumnya telah diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan.

Diketahui, selama priode bulan September 2019 sampai bulan Oktober, Polrestabes Medan berhasil menggagalkan aksi peredaran narkoba yang masuk ke wilayah Kota Medan.

Seluruh barang bukti ini dimusnahkan dihadapan Jaksa, Tim Labfor, BNN, Tokoh Masyarakat yang lakukan di halaman apel Polrestabes Medan, Jum’at (11/10/2019) siang.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengatakan, penangkapan awalnya dari 1 orang tersangka dengan barang bukti narkoba sebanyak 1,5 kg narkotika. Dari situ, petugas kembali menangkap beberapa orang tersangka narkoba lainnya dari dari Hotel Deli Gran In di Balai Kota, Kecamatan Medan Baru, bekerjasama dengan Polsek Medan Timur dan Polda Sumut.

Kasus itupun kembali dikembangkan hingga mengungkap beberapa jaringan narkoba lainnya.

“Jadi, keseluruhan tersangka ada 7 orang dan keseluruhan narkoba sebanyak 169 Kg ganja dan 9,5 Kg sabu,” ungkap AKBP Raphael Sandhy Cahya disela-sela pemusnahan barang bukti narkoba.

Lanjutnya menjelaskan, untuk barang narkoba jenis sabu-sabu diamankan dari jaringan pelaku di Kota Medan, sedangkan narkotika jenis ganja berasal dari kota Aceh.

“Beberapa tersangka dan barang buktinya sudah pernah kita release. Seluruh tangkapan dan para tersangka dari dua laporan polisi sepanjang September dan Oktober ini,” urainya.

Sementara, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto yang langsung ikut dalam pemusnahan narkoba tersebut mengungkapkan, kegiatan bertujuan guna melaksanakan akuntabilitas publik terhadap kinerja yang dilakukan oleh pihak kepolisian khususnya Satnarkoba.

Dimana, langkah-langkah penegakan hukum penindakan terhadap kasus narkoba itu tidak akan pernah berhenti. Ditegaskannya, bahwa kesadaran kolektif bahwa narkoba ini adalah musuh bersama yang sudah harus dibangun.

Pasalnya, ia menyadari bahwa wilayah Kota Medan adalah wilayah darurat narkoba dan itu telah dicanangkan oleh Pimpinan Nnasional maupun para pelaksana dengan kesadaran kolektif. Maka dari itu, tentu tidak boleh berhenti sampai hanya kesadaran saja, tetapi harus melakukan langkah-langkah.

“Kita akan melihat dari 2 aspek, aspek supply dan aspek In supply dari bahan-bahan narkoba ini adalah kebutuhan kebutuhan para konsumen pemakai narkoba dilakukan dengan berbagai cara yaitu melalui penegakan hukum yang tegas. Kemudian memutus jaringan-jaringan pelaku narkoba dengan melakukan penyitaan yang menerapkan money laundering pada pelaku-pelaku,” kata Kombes Pol Dadang Hartanto.

Selain itu, upaya pencegahan dengan bekerjasama dengan pihak luar negeri untuk mengatasi masuknya narkoba yang datang dari luar negeri ke Indonesia. Tujuannya, agar suplainya ini mengecil.

“Misalkan dimonitor penghasil ganja dari Aceh. Bagaimana masyarakat diajak untuk mengurangi suplai ini ya meniadakan bahkan dengan berbagai cara langkah-langkah yang dilakukan oleh berbagai pihak,” ujarnya.

Pun begitu, menurutnya langkah-langkah tersebut tidaklah cukup. Belum lagi setiap hari kita melakukan upaya-upaya untuk peredaran narkoba di tempat-tempat tertentu. Semisal gerebek Kampung narkoba, yang juga dianggap belumlah cukup dalam menumpas pelakunya.

“Kedepan akan lakukan program Bersinar Kampung "Bersih Dari Narkoba" yang dikenal di Ternate dicanangkan oleh Odha dengan mengkoordinir berbagai pihak yang termasuk dari Pemda dari TNI dari GNR,” terangnya. (ir)
Share:
Komentar

Berita Terkini