Wakil Wali Kota Ditemani Sekda Kunjungi Dishub Kota Bogor

Editor: Irvan author photo

Wakil Wali Kota  ditemani Sekda kunjungi Dishub Kota Bogor.


DETEKSI.co - Bogor, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Sekda Kota Bogor Ade Sarip melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, di Jalan Raya Tajur, Selasa (1/10/2019).

Dedie A Rachim mengatakan, kedatangannya itu untuk melakukan langkah-langkah teknis secara detail terkait konversi, rerouting dan penyesuaian dengan kajian trem di Kota Bogor. Selain itu, untuk membahas kerja sama dengan beberapa pihak soal pengelolaan transpakuan sebagai Bus Management Transportation (BMT). \

"Kita sedang mencoba mulai merumuskan yang namanya rerouting dengan konversi, berdasarkan kesesuaian dengan kajian trem di Bogor. Jadi selain kajian trem yang masih berlangsung, kita juga sudah mulai membahas tentang rencana kerjasama transpakuan sebagai Bus Management Transportation (BMT). Tujuannya apabila dilakukan konversi itu jelas badan hukum mana yang menjadi payung keseluruhan sistem konversi yang akan kita laksanakan di Kota Bogor," kata Dedie.

Lanjut Dedie, dalam pertemuan tadi di Dishub itu sekaligus melakukan pertemuan dengan beberapa pihak seperti Damri, termasuk dengan Trans Jakarta. "Jadi baik Damri atau Trans Jakarta itu untuk kita meminta kepada pihak terkait untuk membantu menjalin kerjasama dengan Transpakuan, gitu intinya," ujarnya.

Selain itu, Ia memaparkan hasil kajian sementara soal transportasi di Kota Bogor itu, nantinya koridor untuk bus tranpakuan berjumlah 5 koridor, sementara untuk trem ada 4 koridor. Ia juga menambahkan bahwa koridor-koridor dari hasil kajian tersebut ada 3 jangka, yakni jangka menengah dan panjang itu untuk 4 koridor trem, sedangkan yang 5 koridor untuk transpakuan masuk kedalam jangka pendek. Hasil kejian tersebut, kata Dedie, masih berbentuk draf.

"Jadi kalau semua pembahasan ini selesai, maka kita segera eksekusi terkait konversi maupun rerouting yang dianggap sesuai dengan perencanaan sistem tranportasi di Kota Bogor," terangnya.

Bukan itu saja, dalam memperbaiki sistem transportasi di Kota Bogor ini pun, pihaknya akan mendengarkan masukan-masukan dari beberapa pihak. "Jadi, jangan khawatir, karena kita pasti akan mendengar, memberikan pertimbangan-pertimbangan, kemudian nanti diputuskan sesuai dengan harapan yang kita inginkan yakni sistem transportasi di Kota Bogor menjadi jauh lebih baik lagi," katanya.

Dedie menyebut, bahwa trem ini masih lama mungkin 3 sampai 4 tahun lagi, bukan besok jadi. Sebab, pengoperasian trem itu tentu harus ada infrastrukturnya (relnya), kemudian operatornya dan lainnya. (Erik)
Share:
Komentar

Berita Terkini