Bak Mati Suri,Silang Sengketa Lahan Di Tanjung Mulia Kembali Muncul dan Memanas

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Medan, Sepertinya permasalahan silang sengketa lahan di kota Medan tidak ada habisnya,salah satunya adalah silang sengketa lahan yang terjadi di jalan metal kelurahan Tanjung Mulia kecamatan Medan Deli.Setelah hampir 40 tahun kasus silang sengketa lahan ini tidak terdengar kini muncul kembali.

Jum'at siang,(29/11/2019) Japarlaungan pakpahan anak kandung dari Aman Daulat pakpahan(alm) mendirikan plang bersama Guntur p turnip dan Apsalum sitanggang,mendirikan plang kepemilikan lahan atas nama Aman Daulat(alm).

Mendirikan plang kepemilikan lahan di lakukan karena menunjukan bentuk rasa kekecewaan Japarlaungan pakpahan sebagai ahli waris dari Aman Daulat(alm) serta Guntur p Turnip dan Apsalum sitanggang sebagai penerima kuasa dari Japarlaungan pakpahan,rasa ke kecewaan tersebut di tujukan kepada Badan Pertanahan Nasional(BPN) kota Medan,karena di duga kepala BPN kota Medan telah mengeluarkan sertifikat bodong diatas lahan milik Aman Daulat pakpahan(alm) bapak kandung dari Japarlaungan pakpahan,dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 204 dan 250 yang terletak di jalan metal kelurahan Tanjung Mulia kecamatan Medan Deli.

Apsalum sitanggang menjelaskan kepada DETEKSI.CO." Pada tahun 1961 Aman Daulat pakpahan membeli tanah dari tengku Harun Al Rasyd,setelah itu ada perjanjian bersyarat antara Aman Daulat pakpahan bersama tan hong seng,namun kesepakatan kerja bersama tersebut tidak terpenuhi dan sudah di batalkan oleh pengadilan pada tahun 1985 ,lalu so fek sui membelih tanah dari tengku Jupri(ahli waris tengku al Rasyd) dengan dasar surat grand sultan 265 pada tanggal 7 januari 1916,namun pengecaranya yang bernama Abdul Majid hutagaol telah di tahan sekitar 1 tahun karena memalsukan surat tanah grand sultan tersebut.dan pada tanggal (3/10/2019) Rita Uli situmeang SH selaku ketua Badan Harta Peninggalan(BHP)menyatakan bahwa tanah tersebut adalah milik Aman Daulat pakpahan".ungkapnya selaku penerima kuasa dari Japarlaungan pakpahan.

Dalam kesempatan tersebut Guntur p turnip wakil komandan satgas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP) Sumatra Utara, selaku penerima kuasa dari Japarlaungan pakpahan menyatakan kepada DETEKSI.CO" Selaku wakil ketua satgas PDIP Sumatra Utara saya berkewajiban menjaga aset partai, karena Japarlaungan pakpahan juga sebagai kader partai dan dengan rasa kemanusian saya berhak membantunya,dikarenakan ahli waris adalah orang tidak mampu,bahkan hiduppun menumpang numpang"

Lanjut guntur"dan dugaan saya ada kerja sama BPN kota Medan dengan mafia tanah untuk mengeluarkan SHM maupun sertifikat hak guna bangunan di lahan ini,bagaimana mungkin BPN sekarang ini bisa mengeluarkan sertifikat sementara induknya adalah SHM 204 dan 250 atas nama Aman daulat pakpahan,dan ada satu bukti sama kita bahwa sertifikat yang di keluarkan oleh Fakrul Husin selaku ketua BPN kota Medan berdasarkan grand sultan 265 terfaptar, bahasanya ada pengkaburan kenapa tidak di bunyikan tanggal dan tahun berapa.sebab garand sultan 265 tanggal 16 agustus 1926 terdaftar di BPN medan sedangkan grand sultan 265 tanggal 7 januari 1916 itu adalah versi sofeksui atau Suriyadinata sudah di batalkan pengadilan bahkan alas haknya oleh notaris tambunan juga sudah di batalkan,jadi petinggi petinggi di jakarta juga harus mengetahui ini kenapa saya katakan begini karena ini permasalahan tanah terlama di kota Medan 40 tahun pak tidak terselesaikan."cetus guntur.

Dalam pemasangan plang tersebut sempat terjadi cekcok mulut,antara Guntur p turnip dengan Dotor sianipar yang mengaku humas dari PT Citra Agung prima yang menjadi pemilik lahan seluas 9312 m2.

Saat di confirmasi oleh DETEKSI.CO, Dotor sianipar mengatakan,"saya akan laporkan bahwasanya ini sudah penyerobotan lahan,surat-surat lengkap,IMB ada bisa kita tunjukan karena surat-surat itu sudah kita lampirkan ke camat,kelurah,ke polres kepolsek.jadi pada intinya ini akan kita lanjutkan karena kita merasa keberatan sudah mendirikan plang diatas tanah yang sudah bersertifikat milik PT Citra Agung Prima,direkturnya bernama pak Sumarno."ungkapnya.(Ss)
Share:
Komentar

Berita Terkini