BI Paparkan Perkembangan Ekonomi Terkini dan Peran SBK Dalam Mendukung Pembangunan Nasional

Editor: Irvan author photo
Kepala Gruop Pengembangan Infrastruktur, Kredibilitas dan Pengaturan Pasar Keuangan, Priyanto Budi Nugroho.
DETEKSI.co - Medan, Untuk meningkatkan minat korporasi non-bank untuk dapat menerbitkan SBK. Bank lndonesia (BI) mengadakan sosialisasi bertajuk Peran Surat Berharga Komersial (SBK) sebagai Sumber Pendanaan Perekonomian Nasional yang diselenggarakan di Hotel JW Marriott Jalan Putri Hijau, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Jumat (8/11/2019).

Namun demikian, sosialisasi ini merupakan lanjutan dari serangkaian kegiatan sosialisasi SBK yang sebelumnya telah diselenggarakan di bulan Mei dan September 2019 di Jakarta, serta Oktober 2019 di Makassar, Sulawesi Selatan. Sosialisasi ini dihadiri oleh korporasi, asosiasi, perbankan dan regulator.

Acara sosialisasi dibuka dengan pemaparan mengenai perkembangan ekonomi terkini dan peran SBK dalam mendukung pembangunan nasional oleh Kepala Gruop Pengembangan Infrastruktur, Kredibilitas dan Pengaturan Pasar Keuangan, Priyanto Budi Nugroho.

Kemudian dilanjutkan dengan paparan mengenai Kondisi dan Potensi Ekonomi Provinsi Sumatera Utara oleh Kepala Group Advisory dan Pembangunan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Ibrahim.

Selanjutnya dalam diskusi panel, dipaparkan pengenalan instrumen SBK dari perspektif arranger, pokok-pokok pengaturan SBK dan peran SBK sebagai salah satu alternatif pendanaan kegiatan usaha dari perspektif calon issuer.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan awareness pelaku pasar bahwa saat ini telah tersedia instrumen pendanaan jangka pendek bernama Surat Berharga Komersial (SBK) yang dapat dimanfaatkan oleh korporasi non-bank yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pendanaan jangka pendek di pasar uang.

"Pendanaan melalui pasar uang ini akan dapat melengkapi portofolio pendanaan korporasi jangka panjang melalui pasar modal dan perbankan," ujar Kepala Gruop Pengembangan Infrastruktur, Kredibilitas dan Pengaturan Pasar Keuangan, Priyanto Budi Nugroho.

Sambungnya, dimana untuk mendukung penerbitan dan transaksi Surat Berharga Komersial, Bank Indonesia telah melakukan penyempurnaan ketentuan dengan menerbitkan Peraturan Bank lndonesia dan Peraturan Anggota Dewan Gubernur yang antara lain mencakup penerbitan, lembaga pendukung pasar SBK, keterbukaan informasi, transaksi SBK, manajemen risiko, pelaporan, serta pengawasan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hingga sampai 6 November 2019 lembaga pendukung yang telah terdaftar di Bank Indonesia sebanyak 5 penata laksana/arranger, 2 lembaga pemeringkat, 58 konsultan hukum, 89 akuntan publik, 5 notaris, 4 perantara/brokers, 19 kustodian, 2 penerbit dan 2 penerbitan SBK.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk melakukan harmonisasi regulasi, khususnya regulasi yang mengatur lembaga-lembaga jasa keuangan yang dapat memanfaatkan SBK sebagai alternatif pendanaan jangka pendek dan juga sebagai investasi," sebutnya.

Selain itu, Bank Indonesia juga akan melakukan berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada potensial issuer dan investor demi mendorong berkembangnya pasar SBK. (ir)
Share:
Komentar

Berita Terkini