Polisi Ringkus 11 Penjudi Pada Pilkades Serentak di Kabupaten Kediri

Editor: Irvan author photo
DETEKSI.co - Kediri, Polres Kediri berhasil ringkus sebelas botoh atau penjudi saat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang digelar di Kabupaten Kediri, Rabu (30/10/2019) lalu.
Sebelumnya Polres Kediri sudah bentuk Satgas Anti Botoh untuk mengantisipasi terjadinya perjudian.

Berdasarkan laporan masyarakat sebelum pelaksanaan Pilkades Satgas Anti Botoh berhasil tangkap 11 orang botoh dari dua desa yakni Desa Sekoto dan Desa Pagu.

Kapolres Kediri, AKBP Roni Faisal Saiful Faton, S.I.K, didampingi Kasat Reskrim, AKP. Ambuka Yudha Hardi Putra, SH., S.I.K dalam siaran pers, Rabu (06/11/2019) mengatakan, bermula dari laporan masyarakat petugas melakukan penyelidikan di desa tersebut dan benar ditemukan ada beberapa warga yang sedang melakukan perjudian jenis taruhan Pilkades dengan menjagokan salah satu kades untuk diadu dengan calon kades lain untuk memperoleh banyaknya suara pemilih dengan cara bye-bye atau leg serta pur dalam jumlah pemilih.

“Atas informasi dari masyarakat bahwa ada perjudian jenis taruhan dalam pilkades desa Sekoto dan Desa Pagu. Tim anti botoh langsung melakukan tindakan dengan mengamankan tersangka serta barang buktinya,” jelas Kapolres Kediri.

Lanjut Kapolres Kediri, tersangka botoh dari Desa Sekoto di antaranya  Suwarno (32), Sukamto alias Eko (49), Sumilan alias Pelot (60), Aris Setyo Pambudi (36), Lasnowi Adi Umbara (36), Dian Putra Pradana (31), Mustakim (37), Sugito (41), dan Winarto alias Win (54) sedangkan Desa Pagu, Taru (45) dan Sujono (52).
Satgas Anti Botoh Polres Kediri juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 33.250.000.

"Akibat perbuatanya, para botoh dijerat Pasal 303 KUHP Tentang Perjudian dengan ancaman hukuman Penjara 10 Tahun," pungkasnya. (Didik)



Share:
Komentar

Berita Terkini