Komisi D DPRD Medan Minta Dishub Tingkatkan PAD Retribusi Parkir

Editor: Irvan author photo
DETEKSI.co - Medan, Ketua Komisi D DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak meminta kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Izwar segera melakukan pengkajian ulang atas titik lokasi parkir yang ada di kota Medan agar dapat memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir yang sudah ditargetkan yakni sebesar Rp.48 miliar untuk tahun 2019.

Menurut Paul Mei, bahwa Dinas Perhubungan Kota Medan mampu mencapai target yang sudah ditentukan oleh Pemko Medan asalkan Azwar selaku Kadis Perhubungan bersama jajaran bersama-sama melakukan trobosan baru dengan melakukan transparansi dan menghitung ulang sejumlah titik lokasi parkir pinggir jalan di Kota Medan.

"Kalau Kadis bersama jajarannya mau bekerja keras maka, target sebesar Rp.48 miliar dari retribusi parkir itu dapat terpenuhi dan kemungkinan terlalu sedikit, sebab melihat potensi parkir pinggir jalan yang sangat banyak dan mampu menghasilkan retribusi besar, asal dikelola dengan baik dan transparan," kata politisi PDIP tersebut, Selasa (3/122019) diruang Komisi D.

Tambahnya, selama ini Dishub terkesan tidak transparan dalam pengelolaan parkir dan selalu saja tidak mencapai target dengan berbagai macam alasan.

"Untuk itu, agar kita mengetahui seberapa besar pemasukan PAD dari retribusi parkir pinggir jalan, kami sepakat agar Dishub Medan menyerahkan data SPT dan SPTS, agar DPRD bisa menghitung seberapa besar potensi penghasilan dari retribusi parkir pinggir Jalan," terangnya.

Sementara itu, Antonius Devolis Tumanggor dari Fraksi Partai Nasdem menyarankan agar Dishub Medan memberdayakan sebanyak 700 orang tenaga honorer yang ada di Dishub Medan, karena dilapangan sering terjadi, ada juru parkir yang pakai bet ketangkap, sementara juru parkir yang tidak pakai bet tidak ditangkap.

"Mari kita terbuka dalam forum ini, agar kita jangan hanya memperkaya pihak ketiga," tegas Antonius.

Renville Napitupulu dari Fraksi PSI Medan juga membeberkan maraknya petugas parkir terutama di lokasi Indomaret ataupun Alfa Midi yang terkesan sangat premanisme.

"Kita mempunyai pengalaman pribadi atas ulah jukir nakal yang meminta uang parkir dengan sedikit memaksa ketika jumlah nominal yang diberikan tidak sesuai. Kita juga jarang menerima karcis parkir dan harga parkir juga bervariasi, ini kan buat masyarakat resah," ujar Renville Napitupulu.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Izwar mengaku sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan atas titik-titik parkir yang berpotensi mendogkrak PAD dari retribusi Parkir pinggir Jalan.

Diakui Izwar, dirinya saat ini sedang berusaha membuat terobosan baru bagaimana agar PAD dari sektor retribusi pajak parkir pinggir jalan dapat meningkat dan target PAD dapat tercapai.

"Kita sepakat,  yang menjadi pengawas parkir adalah orang parkir, orang lalulintas biarkan mengurusi lalulintas, agar lebih profesional," terangnya,

Izwar juga menjelaskan, bahwa saat ini tidak ada lagi Kasi Lalin yang mengelola parkir.

Diakhir RDP perdana Komisi D DPRD Kota Medan sepakat agar Dishub Medan segera menyerahkan seluruh data parkir dan mulai mendisiplinkan parkir di Kota Medan agar potensi PAD dari sektor pajak parkir pinggir jalan terpenuhi. (Dc/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini