Mengidap Sakit Perut, Anthony Meregang Nyawa

Editor: Irvan author photo
DETEKSI.co - Medan, Diduga akibat mengalami sakit pada perutnya Anthony (34) warga Jalan M. Idris Gang Kandak No. 16, Kelurahan Sei Putih Timur, Kecamatan Medan Petisah ini meregang nyawa di rumahnya, Senin (14/1/2020) sekitar pukul 07.00 WIB.

Barang bukti ditemukan dilokasi kejadian yakni 1 bungkus obat merk Natidin, 1 bungkus obat Motilium 10 Gram, 1 bungkus obat Kok Onis Motan Powder.

Menurut saksi bernama Pok Tong Hai alias Ahai (66) yang merupakan orang tua korban mengatakan saat itu ia baru saja bangun tidur dan turun ke lantai 1 lalu ia melihat korban dengan posisi telungkup kemudian Pok Tong Hai memanggil kepling dan warga sekitar untuk memastikan apa yang terjadi terhadap anaknya (korban). Warga melihat korban sudah tidak bernyawa dan mulut korban mengeluarkan sedikit darah dan bercampur air liur serta ada ditemukan obat-obatan disamping jenazah korban yang menurut saksi obat tersebut adalah milik korban.

"Senin 13 Januari 2020  kemarin, sekitar pukul 18.00 WIB korban mengeluh kepada saksi Pok Tong Hai bahwa perutnya terasa sakit dan sekitar pukul 23.00 WIB saksi masih melihat korban sedang nonton TV sambil merokok," ujar Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah H. Tobing, Selasa (14/1/2020).

Sambung mantan Kapolsek Medan Kota ini mengatakan hal yang sama juga disampaikan oleh saksi bernama Samar Siahaan (52) pada Senin (13/1/2020) sekitar pukul 17.00 WIB, korban mengeluh sakit di bagian perut dan saksi menganjurkan kepada korban agar segera berobat ke Rumah Sakit dan setelah di bawa ke rumah sakit.

Selanjutnya Kepling menghubungi petugas Polsek Medan Baru, selang beberapa menit kemudian personil unit Reskrim Polsek Medan Baru dan Bhabinkamtibmas tiba dilokasi kejadian (TKP) dan langsung mengamankan TKP dan petugas Inafis Polrestabes Medan melakukan olah TKP serta identifikasi. Usai itu, kemudian mayat di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

"Setelah berkordinasi dengan pihak rumah sakit Bhayangkara Medan dan di lakukan Visum luar terhadap jenazah bahwa di tubuh korban tidak ada di temukan luka akibat kekerasan dan cairan menyerupai darah yang keluar dari mulut mayat adalah darah yang keluar akibat proses dari kematian," jelas Kompol Martuasah.

Sementara pihak keluarga sudah menerima atas meninggalnya korban serta akan membawa mayat ke rumah duka untuk di kebumikan.

Kemudian jenazah korban di serahkan ke pihak keluarga untuk di kebumikan dan rencananya jenazah korban akan dibawa ke panti Sosial angkasa Pura untuk dilakukan prosesi pemakaman. (Rumpet)
Share:
Komentar

Berita Terkini