Seorang Ayah Di Kediri Setubuhi Anak Kandung Hingga Hamil 3 Bulan

Editor: DETEKSI.co author photo
Deteksi.co - Seorang pria di Kediri Jawa Timur harus berurusan dengan aparat kepolisian, lantaran telah menyetubuhi anak kandungnya sendiri hingga hamil.
Pelaku yakni, Suparno ( 57) warga Dusun Bodag, Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, perbuatan pencabulan kepada DR (16) tersebut diakui telah dilakukan berkali-kali.

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono, S.I.K, MH menjelaskan, bermula pada Kamis, 23 Januari 2020, saat itu pihak kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku diduga telah menghamili anak kandungnya.

Selanjutnya pihak kepolisian bersama perangkat desa langsung mendatangi rumah terlapor, dan ternyata benar, pelaku mengakui perbuatannya yang menghamili anak kandungnya tersebut. 
"Awal kejadiannya sewaktu korban melihat televisi di rung keluarga, tiba-tiba diseret oleh pelaku ke dalam kamar dan disuruh berbaring di tempat tidur. 

Kemudian pelaku memaksa korban untuk melepas celana dan celana dalamnya, lalu pelaku menyetubuhi korban," terang AKBP Lukman Cahyono, saat gelar press release didampingi Kasat Reskrim, AKP Gilang Akbar, S.I.K, dan Kasubag Humas Polres Kediri, AKP Purnomo. Selasa (28/01/2020).

Lanjut Kapolres Kediri, setelah melakukan pencabulan, pelaku mengancam akan mengusir korban dari rumah jika sampai menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain.

"Dari keterangan korban, pelaku sering melakukan persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap dirinya berkali-kali hingga hamil, dan usia kandungannya saat ini sudah tiga bulan,"tutur Kapolres Kediri.

Tambah AKBP Lukman Cahyono, motif dari perbuatan iini lantaran istri pelaku tidak ada di rumah, karena sedang bekerja di luar negeri sebagai TKW di Negara Malaysia, sehingga dia melampiaskan nafsunya tersebut kepada korban untuk mendapatkan kepuasan.

"Akibat perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) jo Pasal 76D jo Pasal 81 ayat (3) subs Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal lima belas tahun penjara, dan denda paling banyak lima milyar rupiah,"pungkasnya. Didik S.
Share:
Komentar

Berita Terkini