Derita Bagi Masyarakat, Puluhan Miliar Dana DAK 2019 Hanya Menguntungkan Rekanan

Editor: DETEKSI.co author photo

DETEKSI.co - Nias Utara, Tahun 2019 Pemerintah Pusat menggelontokan Ratusan Miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kabupaten Nias Utara di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Terkhusus Di Dinas PUPR di bawah kepemimpinan Bernat Nazara ST Mencapai Puluhan Miliar yang di Bagi bagi dalam beberapa Nomenklatur Kegiata Fisik baik Bangunan Gedung maupun Insfraktutir Jalan.

Anggaran Dana DAK dimaksut hanya sebagian Kecil di Nikmati masyarakat Nias Utara dan Yang lebih besarnya di Nikmati oleh Rekanan Rekanan Nakal yang hanya mementingkan Keuntungan Pribadi nya, akibat lemahnya pengawasan dari pemerintahan Nias Utara. 

Pantauan Deteksi.co di Sejumlah wilayah kabupaten Nias Utara Anggaran Dana DAK yang Gagal di Nikmati Oleh masyarakat Adalah di kecamatan Alasa tepatnya Pengerasan jalan dari Desa Hiligawoni menuju Desa Bitaya Menelan Anggaran 3,5 Miliar Yang mana Pembangunan jalan tersebut tidak bisa di selesaikan Rekanan sehingga Dinas PUPR Melakukan Pemutusan Kontrak  Yang berujung, menjadi Derita masyarakat setempat, Kalau Hujan masyarakat menikmat becek dan bila kemarau masyarakat menikmati abu.

Berdasarkan hasil Konfirmasi Deteksi.co kepada Kepala Desa Bidaya Yupiter Zalukhu 14/02/2020  menjelaskan Pada Tahun 2019 lalu Pemda Nias Utara Sedikit memberi perhatian di kecamatan alasa terkhusus Jalur Desa Hiligaw├Âni-Bitaya untuk Pembukaan badan jalan, kurang lebih 6 km Awalnya Masyarakat menyambut dengan Baik Namun Rekanan tidak dapat menyelesaikan nya dengan Baik, Akibatnya Masyarakat sekitar hanya dapat menikmati jalan yang penuh dengan lumpur,  berharap Pemerintah Nias Utara dapat memperhatikan Derita masyarakat alasa di tahun 2020 ini dengan meneruskan pembangunan jalan yang sudah di mulai di tahun 2019 lalu. 

Lain halnya Juga Pembukaan Badan jalan di Desa Sihene Asi Kecamatan Lahewa Yang menelan Anggaran 3 Miliar sama sekali tidak dapat di Nikmati oleh Masyarakat baik masyarakat sekitar maupun masyarakat banyak karna Pembukaan badan jalan tersebut Tidak menghubungkan desa antar desa, tetapi pembukaaan badan ini  jalan dari pinggir jalan Raya  menuju Hutan belantara, yang mana ujung jalan nya Berada di tengah -tengah hutan, masyarakat setempat mengatakan Pembukaan jalan ini Bang ngak ada Manfaatnya " Buat Apa Bupati Bangun jalan menuju Hutan bang menurut kami ini hanya akal-akal Pemerintah Saja Agar dapat meraup untuk yang lebih besar tegas salah seorang Warga yang tidak mau di tulis namanya Karna Takut ketahuan sama Kepala  Desanya " jangan Tulis nama kami yang bang ntar pak kades marah itukan kompak sama pak Bupati tutur salah seorang warga kepada beberapa wartawan. 

Selain dari dua tempat ini sejumlah bangunan Pemerintah Nias Utara tahun 2019 Yang Anggaran nya dari DAK Seperti Sanitasi Berbasis Masyarakat,  Pemgelolaan Air Bersih dan Kegiatan lain banyak yang tidak bisa di manfaatkan oleh masyarakat sehingga terkesan hanya menghambur-hamburkan uang Negara. ( Yason Harefa)
Share:
Komentar

Berita Terkini