GMNI Kritik dan Saran Kritik Pemkab Labuhanbatu

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Rantauprapat, TM.Sipahutar Kabid Kaderisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Labuhanbatu memberi kritik dan saran kepada pimpinan Pemkab Labuhanbatu, Senin 3 Februari 2020.

Kabupaten Labuhanbatu merupakan  yang tertua dibandingkan dengan kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang merupakan hasil dari pemekaran pada tahun 2008. tanahnya subur,dan kekayaan alam yang ada diatas dan perut buminya sungguh mampu memberikan kesejahteraan pada masyarakatnya. namun keadaan masyarakat Kabupaten Labuhanbatu justru bertolak belakang dengan kondisi kekayaan alam yang ada.

Di pelosok daerah diberbagai desa-desa,dan pinggiran kota masih banyak masyarakat yang susah alias hidup pas-pasan.yang lebih miris lagi adalah kondisi perekonomian didaerah pesisir pantai Kabupaten Labuhanbatu yang mayoritasnya bermata pencaharian bertani dan nelayan tradisional, kurangnya perhatian dan pengelolaan dari Pemerintahan daerah menyebabkan para petani padi selalu menjual padi/gabah keluar kabupaten dengan harga gabah yang relatif rendah,serta para nelayan tradisional selalu terpinggirkan atau kalah bersaing dengan nelayan asing dan pemodal besar yang alat nelayannya jauh lebih canggih dan modern.

Kekayaan alam yang melimpah ruah itu justru tidak dapat dirasakan dan dinikmati dengan maksimal oleh masyarakat pesisir pantai labuhanbatu dikarenakan kurang berpihaknya para birokrat yang memegang jabatan dan kebijakan.agar bermanfaat maksimal bagi masyarakat Kabupaten Labuhanbatu,kekayaan alam tersebut sudah jelas sangat membutuhkan pengelolaan yang terampil dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Semenjak Kabupaten Labuhanbatu ada pemilihan kepala daerah sudah berkali-kali dilaksanakan untuk mencari pemimpin yang mampu merubah kondisi Kabupaten Labuhanbatu untuk kearah yang lebih baik.kepala daerah sudah sering berganti,tetapi perhatian,pembangunan,dan kesejahteraan belum tercapai dan masih berjalan ditempat.dalam setiap pergantian kepemimpinan kepala daerah,masyarakat selali berharap lebih akan perubahan kearah yang lebih baik.tetapi,berbagai  potensi kekuasaan yang diprediksi akan mendukung justru seringkali berlaku sebaliknya terhadap upaya dalam pembangunan dikabupaten Labuhanbatu.

Banyaknya kebijakan-kebijakan pemerintah daerah yang tidak menyentuh ensensi yang ada.hal inilah yang menimbulkan persoalan- persoalan mengenai kemiskinan, pengangguran, pendidikan,rendahnya sumber daya manusia,keterbatasan Informasi, keterbatasan Infrastruktur Perdesaan,dan lambannya pertumbuhan ekonomi.semua itu dikarenakan masyarakat selalu dipihak yang lemah dan diperlakukan sesuka hati oleh aparat birokrat pemerintahan daerah.

Untuk mensejahterakan dan menjadikan kabupaten Labuhanbatu jauh lebih baik, dibutuhkan keseriusan dari pemerintahan daerah serta konsep-konsep yang matang dan kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat labuhanbatu.adapun beberapa sektor/bidang yang sangat menjadi dasar pembangunan itu dan harus disikapi dengan serius sebagai berikut;1). Sektor Pendidikan (SDM) 2). Sektor Kesehatan 3). Sektor Ekonomi(Pertanian,Perikanan,Ekonomi kreatif,Lapangan Kerja) 4). Pembangunan Desa (Akses Informasi, Infrastruktur, Fasilitas yang memadai) 5). Pemberdayaan Perempuan.
Untuk Kabupaten Labuhanbatu lebih baik. (Ari)
Share:
Komentar

Berita Terkini