GWI & LSM Kunjungi Kantor Dinas Sosial Nisbar Mengkonfirmasi Dugaan Korupsi TA. 2018

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Nias Barat, Sejumlah insan pers dibawah komando DPC GWI Nias Barat dan LSM Strategis dan GBNN kabupaten nias barat, mengunjungi kantor dinas sosial pada hari jumat 07/02/2020, dengan tujuan mengonfirmasi balasan surat kepala dinas sosial kabupaten nias barat kepada ketua LSM strategi, terkait dugaan penggelapan barang panti asuhan tahun 2018 oleh Yar.Lhg mantan kepala dinas sosial.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nias Barat Ekonomi Daeli mengatakan," saya barusan di lantik sebagai kepala dinas sosial kabupaten nias barat, dan barang itu sudah ada  di gudang kantor dinas sosial, dan belum tau berapa jumlahnya, kalau bisa kita cek dan hitung bersama, saat di antar barang itu tidak ada surat yg kami buat sebagai tanda serah terima, mungkin mantan kepala Dinas Sosial Yar. Lhg bisa menjelaskan kepada wartawan terkait dengan pengadaan barang itu." Ungkapnya.

Sejumlah Insan Pers dan LSM Strategis dan LSM GBNN melihat dan menyaksikan perhitunga barang tersebut, dan ternyata rincian barang tersebut sebagai berikut
Rangka ranjang ada 16 buah,
Kasur ada 9 buah,
Lemari plastik ada 16 buah,
Kursi plastik 3 lusin, dan
Tongkat penyandang cacat 6 biji,
Sesuai dengan hasil perhitungan bersama yang ada di gudang Dinas Sosial yang disaksikan insan pers dan LSM  strategis dan Gbnn nias barat dan pihak dinas sosial, jumat 07/02/2020.

Dari jumlah ini lah timbullah pertanyaan, Apakah dengan jumlah barang tersebut, habis di telan anggaran 200 juta?
Dan ada apa barang itu tidak di bagikan saat itu?
Menurut salah satu ibu-ibu yang tiggal di panti asuhan debora saat di konfirmasi wartawan di kediamannya," kayaknya barang itu sudah pernah di tempatkan di sini selama 3 hari, setelah itu langsung di pindahkan dan entah dibawa kemana." Katanya.

Sejumlah Insan Pers yang tergabung dalam GWI dan LSM strategi dan LSM GBNN mengharapkan kepada pemerintah kabupaten nias barat agar hal ini, segera di tindak lanjutin dan segera mengaudit mantan kepala dinas sosial yang sekarang menjabat sebagai kepala dinas kelautan demi mengurangi korupsi, kolusi, dan nepotisme di nias barat. (Utema Gulo)
Share:
Komentar

Berita Terkini