Kasus Penebangan Kayu Mahoni, JS Leo Siagian : itu Monas Bukan Monumen Jakarta

Editor: DETEKSI.co author photo
Korwil Sumatera DPP Sedulur Jokowi, Jansen Leo Siagian.
DETEKSI.co - Jakarta, Korwil Sumatera DPP Sedulur Jokowi, Jansen Leo Siagian membeberkan kecerobohan Pemprov DKI Jakarta di tengarai telah berbohong karena tidak terbuka terkait keberadaan sisa penebangan pohon Mahoni di kawasan Monumen Nasional (Monas).

" Kasus penebangan pohon di Monas itu harus segera diusut tuntas, Tidak boleh ada manusia yang kebal hukum di negeri kita ini", tegas Leo Siagian.

Leo mengatakan bahwa taman Monas itu adalah milik negara, bukan milik Pemda DKI Jakarta.

"Itu Monas bukan Monumen Jakarta, jadi seluruh Warga Negara Indonesia berhak menuntut Gubernur DKI Jakarta yang memotongi ratusan pohon di Monas tanpa izin Sekneg", tegas Leo yang juga selaku mantan aktivis Eksponen Angkatan '66 itu.

Konon katanya, sisa pohon yang ditebang dipindahkan ke gudang milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota di Pulogadung Jakarta Timur. Padahal kantor tersebut tidak memiliki gudang di wilayah yang dimaksud.

Sumber lain kata Leo, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati pun telah membantah pohon sisa penebangan dibawa ke gudang miliknya. Ia mengatakan bahwa pelaksana berada di bawah naungan UPK Monas.

"Tanyakan kepada UPT Monas sebagai pengelola Monas karena semua kewenangan ada di sana dan tanyakan kepada Citata sebagai perencana dan pelaksana kegiatan Monas," kata dia.

Keberadaan sisa pohon Mahoni yang berjumlah 191 tersebut semakin tidak jelas. Bahkan, penuh misteri dan lebih seram dari misteri Gunung berapi. Akhirnya penelusuran kembali mengarah ke UPK Monas karena Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta tidaak mengakui sisa pohon disimpan gudaang miliknya. Sebab, kewenangan berada di UPK Monas.

"Saya pernah ketemu orang dinas kehutanan waktu itu, koordinasi dibawa ke gudang di Pulogadung, dia ngomong-nya orang Sudin Kehutanan Jakarta Pusat, dibawa ke situ, karena memang itu ranahnya kehutanan," kata Kepala Seksi Pelayanan UPK Monas Irfal Guci kepada CNNIndonesia.com, Kamis (06/02/2020).

Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh pihak Sudin Kehutanan Jakarta Pusat. Salah seorang pejabat di Sudin Jakarta Pusat yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa Sudin Kehutanan Jakarta Pusat tidak ikut campur terhadap pohon-pohon yang ditebang tersebut.

"Enggak ada (dibawa), kita tidak ada sangkut paut proyek revitalisasi," kata dia.

Ia juga menyebut bahwa Sudin Kehutanan Jakarta Pusat tidak memiliki gudang di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur. Kini entah kemana keberadaan sisa pebangan pohon Mahoni Monas. Sebaliknya beberapa pejabat kupingnya mulai panas dan justru saling lempar masalah pohon Mahoni yang raib di tempat benderang. (cnn/Red)
Share:
Komentar

Berita Terkini