Motto Kapoldasu “Tak Ada Tempat Bagi Penjahat” Diulas Ketua PWI Sumut dan Guru Besar USU di Radio Lite FM

Editor: Irvan
DETEKSI.co - Medan, Moto yang di gagas oleh Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Drs Martuani Sormin M.Si yakni "Tak Ada Tempat Bagi Penjahat" dikupas tuntas dalam acara Spesial Dialog yang disiarkan langsung oleh Lite FM  bersama Ketua PWI Sumut Hermansjah dan guru besar USU Prof. Dr. Hasyim Purba SH dipandu penyiar kawakan, Pieter Manopo, Selasa (18/2/2020) sore.

Jenderal Bintang Dua itu, menyatakan sebagai putra daerah dia tak mau Sumatera Utara takluk ditangan penjahat.

“Oleh karena itu selama saya menjabat Kapolda, jangan coba-coba mengganggu ketenteraman dan kenyamanan masyarakat Sumatera Utara karena mereka akan ditindak secara tegas dan terukur,” tegas Irjen Pol Martuani Sormin sembari menyahuti harapan masyarakat bahwa selogan “Tak Ada Tempat Bagi Penjahat” itu tidak berhenti hanya sebatas retorika semata tapi juga disikapi merata sampai jajaran kepolisian di tingkat terbawah semisal Polsekta di Sumatera Utara.

Begal dan Narkoba

Demikian pula terkait pemberitaan tindak kejahatan Begal dan Narkoba serta dari balik Lapas yang tak hentinya bergema seperti diutarakan Ketua PWI Hermansjah, Kapoldasu mengutarakan menjadi prioritas bagi jajaran kepolisian untuk memberantasnya sampai tuntas.

Tidak saja menyeret pelakunya ke meja hijau, bahkan perintah tembak di tempat tidak jarang menjadi keharusan terhadap penjahat.

“Itu tentu tak lain agar menimbulkan efek jera dan menumpas kejahatan di bumi Sumatera Utara," ujar Kapolda menjawab pertanyaan dari guru besar USU, Prof Hasyim Purba.

Irjen Martuani Sormin yang yang sempat bertugas di Polda Metro Jaya, Mabes Polri maupun Kapolda Papua itu memaparkan keprihatinanya terkait kejahatan Narkoba yang pengaruhnya sudah sampai di kalangan mahasiswa perguruan tinggi, termasuk lapisan masyarakat paling bawah sehingga tidak ada lagi kata damai kecuali memberantasnya sampai tuntas.

Selain Narkoba, kata Kapoldasu, pihaknya juga akan menertibkan pelanggaran lalulintas dengan mengubah motto yang sejak lama berkembang di tengah masyarakat kota ini yakni “Ini Medan Bung” menjadi, “Ini Baru Medan”. Termasuk juga aktifitas perjudian yang marak di kalangan masyarakat lapisan bawah seperti judi togel serta persoalan tanah yang kini juga menjadi pusat perhatian masyarakat.

Menjawab pertanyaan pamungkas empat penanya melalui telepon dan pesan WA di paparkan Penyiar Kawakan Pieter Manopo, Irjen Martuani Sormin mengutarakan, Kepolisian juga mempopulerkan gerakan “Jumat Barokah” dan “ Minggu Kasih” untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa polisi juga sahabat masyarakat dan siap mengayomi dimana pun mereka berada. (Rilis)
Share:
Komentar

Berita Terkini