Rencana Pembentukan Kejari, Tim Kejagung dan Sekretariat Kabinet Kunjungi Kab. Nias Barat

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Nias Barat, Kunjungan Tim Biro Perencanaan Kejaksaan Agung RI dan Sekretariat Kabinet RI serta Kajari Gunungsitoli di Kabupaten Nias Barat disambut baik Bupati Nias Barat Bapak Faduhusi Daely, S.Pd dan Sekda Nias Barat Bapak Prof. Dr. Fakhili Gulö serta segenap Pimpinan OPD lingkup Pemkab. Nias Barat; dalam rangka rencana Pembentukan Kejaksaan Negeri Nias Barat- Rabu, 12 Pebruari 2020.

Acara dilaksanakan di Ruang Afo Bappeda Nias Barat dan diawali dengan penyampaikan profil singkat Kabupatèn Nias Barat oleh Sekda Prof. Dr. Fakhili Gulö, yang memaparkan kondisi rill Kabupatèn Nias Barat mulai dari letak geografis, populasi penduduk dan potensi yang dimiliki Kabupatèn Nias Barat.

Sambutan Kepala Bagian Ortala Biro Cana Kejagung RI Ibu Eko Siwi Iriyani, SH yang menjelaskan tujuan kunjungan yakni melihat secara langsung kelayakan usulan Pembentukan Kejaksaan Negeri di Kabupaten Nias Barat. Dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, hanya 433 Kab/Kota yang sudah dibentuk Kejaksaan Negeri dan masih 81 Kab/Kota lagi masih belum. Pembentukan Kejaksaan Negeri berdasarkan ketentuan Pasal 6 ayat (2) Undang­Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri dibentuk dengan Keputusan Presiden atas usul Jaksa Agung, tutur Ibu Eko Siwi Iriyani, SH.

Selanjutnya sambutan Kabid. Polhukam dan Aparatur Negara Bapak  Troeno Marayoga, SH.,LLM menyatakan bahwa lokasi Kejaksaan Negeri harus berkedudukan di Ibu Kota Kabupatèn/Kota dan harus benar-benar bebas dari konflik yang dibuktikan dengan surat hibah sehingga bisa di sertivikat oleh pihak Kejaksaan. Sebaiknya juga penegak hukum yang lain memang harus mesti ada seperti Polres, Pengadilan Negeri dan lain-sebagainya. Sedangkan proses pembentukan organisasi Kejaksaan tentu akan disesuaikan SDM yang ada di Kejagung dan anggaran yang tersedia untuk dua blah pihak, ujar Troeno Marayoga, SH.,LLM.

Selanjutnya Troeno Marayoga, SH.,LLM menjelaskan pembentukan KAJARI itu harus melalui Keputusan Presiden oleh karena itu kami harus emmaatikan lebih dulu apakah pembenrukan kejaksan Negeri sudah sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang ada. Kemudian status tanah pembenrukan kajari apakah harus benar-benar aman dan bebas dari permasalahan.Tujuan pembenrukan kajari sebenarnya bagaimana memberikan pelayananan hukum yang maksimal kepada masyarakat, jelasnya.

Sambutan Bupati Nias Barat Bapak FADUHUSI DAELY, S.Pd beliau menjelaskan sekilas gambaran birokrasi dan infrastrukrur penghubung yang sudah bisa terkoneksi disetiap kecamatan  dan desa. Selama ini Pemerintah Kabupatèn Nias Barat selalu tercipta koordinasi dengan lembaga penegak hukum lain berjalan dengan baik, ujar Bupati.

Selanjutnya Bupati menyatakan tingkat keseriusan Pemerintah Kabupatèn Nias Barat menyambut Pembentukan Kejaksan Negeri Nias Barat ini dengan menyiapkan dana sebesar 1-1,5 Miliar untuk dapat diklaim dalam APBD tahun 2021.

Diakhir sambutan Bupati, beliau menyampaikan harapan kepada Pemeintah Pusat bahwa Pulau Nias terdiri dari empat Kabupatèn dan satu Kota; secara khusus Kabupatèn Nias Barat tergolong daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan) yang memiliki potensi dan SDA yang begitu banyak. Dan, kerinduan kami adalah bagaimana supaya Pemerintah Pusat bertindak adil buat kami dengan Kabupatèn/Kota lainnya, jangan hanya Papua dan daerah2 lain yang diperhatikan, tetapi kami rindu dan sangat beeharap perhatian khusus dari Bapak Presiden Joko Widodo yang telah menetapkan pulau Nias sebagai daerah pengembangan Wisata Bahari dan Perikanan, harap Bupati.

Selanjutnya Tim dan Rombongan Bupati meninjau lokasi Pertapakan KAJARI Nias Barat di dua calon lokasi yakni Lahan Milik Pemerintah dekat di antara Polsek Sirombu dan Danramil Sirombu dan Lahan milik warga Desa Lölögundre dan Iraonogaila Kecamatan Lahömi. Sumber :@nb-alvarozai//
(Utema Gulo)
Share:
Komentar

Berita Terkini