Iklan KPU Kota Medan

Iklan KPU Kota Medan
Ayo Nyoblos, 09 Desember 2020

Tandai Wajahnya, Pembina Pramuka Ini Diduga Cabuli Siswa Didiknya

Editor: Irvan
DETEKSI.co - Kediri, Sandi Hari Pradana (23) seorang pembina pramuka warga Desa Gadungan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dari Sanggar Pramuka Sekolah Swasta Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kediri, terancam pidana penjara maksimal 15 tahun karena diduga telah melakukan tindakan asusila pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Kapolres Kediri, AKBP Lukman menjelaskan, dari hasil penyelidikan polisi serta pengakuan pelaku Sandi, dia mengakui perbuatannya ini dilakukan kepada lebih dari dua orang korbannya, Senin (10/02/20).

"Sampai sekarang yang baru berani melapor masih dua korban sebut saja namanya Kamboja (15) dan Melati (14) keduanya nama samaran dan status masih pelajar," jelas Kapolres Kediri.

Awal kejadiannya bermula, kata AKBP Lukman menyampaikan bahwa pada hari  Kamis (30/01/20) Unit PPA Polres Kediri bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Kabupaten Kediri mendapatkan laporan bahwa ada seorang pembina pramuka di salah satu sekolah di Kabupaten Kediri, telah melakukan perbuatan pencabulan terhadap siswinya, pada saat melaksanakan ekstrakulikuler pramuka.

"Dari laporan tersebut, kami dari pihak kepolisian melakukan penyelidikan, lalu, setelah mendapatkan bukti yang cukup, selanjutnya petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya. Dari keterangan korban didapatkan keterangan bahwa pelaku melakukan perbuatan asusila dengan cara memanggil satu persatu siswi untuk masuk ke dalam sanggar pramuka. Kejadian tersebut terjadi berulang kali, pada saat kegiatan ekstrakulikuler pramuka di sekolah tersebut," terang AKBP Lukman.

Masih Kata AKBP Lukman, terkait pasal yang disangkakan, pelaku kita jerat pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E jo, pasal 82 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Perlu diketahui, pada Pasal 82 (1), berbunyi setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000,00. (2) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Kemudian, bunyi Pasal 76E, "Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul". Sementara itu, barang bukti yang diamankan antara lain, 1 potong seragam pramuka lengan panjang warna coklat, serta 1 potong rok pramuka panjang warna coklat."pungkasnya. (Didik S)
Share:
Komentar

Berita Terkini