Team Opsnal Satreskrim Polres Tanjung Balai Ungkap Tersangka Pengelapan Sepeda Motor dan Seorang Penadah

Editor: Irvan
DETEKSI.co - Tanjung Balai, Team Opsnal Satreskrim yang dipimpin oleh Kanit 1/ Pidum Iptu Demonstar berhasil mengamankan tersangka penipuan dan penggelapan sepeda motor beserta tersangka penadah sepeda motor milik korbannya.

Menurut informasi peristiwa itu berawal ketika korban Rahmad Zaini Lubis menyuruh Zeki Fahmi Simangunsong untuk menjualkan sepeda motor miliknya, kemudian Zeki menawarkan sepeda motor Kawasaki KLX 150F warna hijau list hitam milik korban ke berbagai orang termasuk ke Medsos Facebook miliknya dengan menyertakan gambar sepeda motor milik korban dan beserta nomor HP milik Zeki.

Selanjutnya pada Selasa (14/1/2020) sekira pukul 16.00 WIB, Zeki dihubungi oleh seseorang yang mengaku bernama tersangka Ari Rahmadi alias Ari alias Peno. Kemudian antara Ari dan Zeko sepakat untuk  bertemu pada Rabu (15/1/2020) sekira pukul 14.30 WIB di Jalan HM Nur, Kel. Pahang, Kec. Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai tepatnya disalah satu teras rumah yang berada disamping masjid Al Ihsan.

Setelah bertemu, tersangka Ari mengaku bahwa rumah tempat mereka bertemu adalah rumah orang tuanya, atas dasar itulah Zeki percaya, setelah berbincang-bincang dan negosasi mengenai harga, lalu tersangka Ari meminta mengetes kendaraan tersebut. Lalu memberikan sepeda motor tersebut untuk dites tersangka Ari. Setelah sepeda motor berada pada penguasaan tersangka Ari, namun tersangka Ari tak kunjung mengembalikan sepeda motor tersebut, ternyata tersangka membawa kabur sepeda motor tersebut ke arah Cikampak Kabupaten Labuhan Batu Selatan.

Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira,SIK,MH menerangkan setelah menerima laporan korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Tidak lama penyidik Satreskrim Polres Tanjung Balai mendapat informasi bahwa Polsek Rambutan Polres Tebing Tinggi ada melalukan penangkapan terhadap tersangka Ari Rahmadi alias Ari alias Peno

Atas dasar tersebut penyidik Team Opsnal Satreskrim Polres Tanjung Balai melakukan koordinasi ke Polsek Rambutan Polres Tebing Tinggi dan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Ari Rahmadi alias Ari alias Peno pada Jumat (14/2/2020) sekira pukul 16.00 WIB.

Dari hasil pemeriksaan diperoleh hasil bahwa benar tersangka Ari Rahmadi alias Ari alias Peno telah melakukan penggelapan terhadap 1 unit sepeda motor Kawasaki KLX 150F warna hijau list hitam pada Rabu 15 Januari 2020, pukul 15.00 WIB di Jalan HM Nur, Kel. Pahang, Kec. Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai tepatnya disamping masjid Al Ihsan.

Selanjutnya dari keterangan Ari Rahmadi alias Ari alias Peno menjelaskan sepeda motor tersebut telah dijual kepada seorang temannya bernama Indra Syahputra (34) warga Jalan Jendral Sudirman Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan seharga Rp.6.500.000, pada Rabu 15 Januari 2020, pukul 23.00 WIB.

Setelah selesai melakukan pemeriksan terhadap tersangka Ari, kemudian penyelidik melalukan penyelidikan ke daerah Torgamba, Kec. Labuhan Batu Selatan pada Sabtu 15 Februari 2020, pukul 04.00 WIN, setelah melalukan penyelidikan pada pukul 08.00 WIB, petugas berhasil mengamankan seseorang tersangka penadah Indra Syahputra, selain mengamankan tersangka, petugas juga turut mengamankan sepeda motor korban yang disimpan dibelakang rumah tersangka.

Selanjutnya, setelah dicocokan terhadap nomor rangka/ mesin identik dengan sepeda motor milik korban, lalu tersangka Indra berikut barang bukti 1 unit sepeda motor Kawasaki KLX 150F tanpa plat warna hijau list hitam langsung dibawa ke Mako Satreskrim Polres Tanjung Balai untuk menjalani proses penyidikan.

Terhadap tersangka Ari Rahmadi alias Ari alias Peno dipersangkakan melanggar pasal 372 subs 378 KUHP dan belum dapat dilakukan penahanan di Polres Tanjung Balai karena sedang menjalani proses hukum di Polsek Rambutan Polres Tebing Tinggi.

"Modus operandi tersangka melakukan perbuatannya adalah dengan berpura-pura ingin membeli sepeda motor korban, dan saat kendaraan korban tersebut dicobanya (dites) tersangka langsung membawa lari sepeda mptpr tersebut tanpa seizin korban. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp.27.000.000," ungkap Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira.

Sementara terhadap tersangka Indra Syahputra dipersangkakan melanggar pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan telah dilakukan penahanan terhadapnya tersangka pada 16 Pebruari 2020 di RTP Polres Tanjung Balai.(Red/Pet)
Share:
Komentar

Berita Terkini