Dakwaan JPU Kabur, Perkara Perdata Dipaksa Pidana

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Medan, Irawan alias Asiong (57) yang terpaksa duduk di kursi pesakitan karena didakwa jaksa menipu saksi korban Harianto Law sebesar Rp1,1 miliar dengan modus membuka usaha kedai kopi Kok Tong, menyatakan keberatan dengan dakwaan jaksa tersebut.

Dalam sidang yang beragendakan pembacaan eksepsi (keberatan) di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (18/3/2020) sore, melalui tim penasehat hukumnya, Irawan alias Asiong mengatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elvina Elisabeth Sianipar kabur (obscurlibel), tidak jelas dan tidak lengkap dalam menguraikan surat dakwaannya terhadap peristiwa tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa.

"Jika kami cermati bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum berdasarkan Pasal 143 ayat (2) hurup b KUHP adalah cacat formal," tutur Amin Thomas SH didampingi Johari Simamora SH dan Edy Murya SH MH di depan majelis hakim yang diketuai oleh Erintuah Damanik.

Lebih lanjut, tim penasehat hukum terdakwa mengatakan bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak cermat akhirnya peristiwa tindak pidana yang dimaksudkan Pasal 378 KUHP sepanjang pemenuhan unsur-unsur perbuatan yang dapat dihukum menurut Pasal 378 KUHP tersebut tidak terang dan jelas.

"Dan menurut kami penyebutan tempat dan waktu ialah terjadinya suatu peristiwa tindak pidana itu tidaklah sederhana apa yang diuraikan dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum, tetapi harus jelas berkaitan dengan unsur-unsur pasal menjadi dasar dakwaan yakni Pasal 378 jo Pasal 372 KUHP," tegas tim penasehat hukum terdakwa.

Untuk itu, tim penasehat hukum terdakwa memohon kepada majelis hakim agar eksepsi mereka dikabulkan.

Dan harusnya ada kepastian hukum didalam kasus pidana, terkesannya kasus Perdata tapi dipaksa keranah Pidana," kata Johari

"Menyatakan dakwaan jaksa tidak memenuhi syarat-syarat dan memohon kepada majelis hakim agar dakwaan jaksa ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima," tandas tim penasehat hukum terdakwa.

Usai pembacaan eksepsi oleh tim penasehat hukum terdakwa, majelis hakim kemudian melanjutkan sidang dengan agenda tanggapan jaksa. Jaksa lalu menjawab tetap pada dakwaannya dan menolak eksepsi terdakwa.

Hingga akhirnya majelis hakim menutup persidangan dan melanjutkannya pada pekan depan dengan agenda putusan sela. (ans/Red)
Share:
Komentar

Berita Terkini