Dua Pedagang Dianiaya 8 Orang Terduga Pelaku

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Nias Utara, Dua pelapor korban penganiayaan atas nama Fangato Zega alias Ama Luther dan  Edarman Sehati Harefa alias Edar diduga dianiaya oleh Safardin Laoli alias Ama Azdah (20) dan diduga 8 orang pelaku dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

Korban Edarman menjelaskan" saya dan toke saya (Fangato Zega alias ama.Luther) sedang berdagang di pekan Faekhuna'a kecamatan Afulu kab Nias Utara,  tiba-tiba para pelaku membeli kecap dan rokok bersama satu orang perempuan pengawas pasar tersebut, dan para pelaku sebelumnya berada diseberang jalan sekitar 20 meter dari tempat kami berdagang.

Selanjutnya, 1 orang laki-laki berada didepan mendekati korban Edarman Harefa. Laki-laki tersebut  bernama Safardin Laoli alias ama. Azdah, tiba-tiba meninju korban, dan turut juga kurang lebih 7 orang mengikutinya laki-laki tersebut,  mereka semua memukul, menyepak dan mengeroyok kami.

Bukan itu saja, barang dagangan kami dipijak hingga rusak total.

Selain itu saya kehilangan dompet berisikan uang Rp.3.750.000,- serta KTP dan  SIM saya juga hilang dan korban Fangato alias ama Luther kehilangan uang sebesar 10.000.000,-. Dan kejadian ini banyak saksi mata yang melihat".

Tambahnya, akibat pengeroyokan ini kami jadi trauma untuk berjualan karena kami ketakutan  diduga mereka ini preman. Dan sore harinya,  kami melapor di Polsek Lahewa".

Penganiayaan kepada kami ini sesuai laporan Polisi  Nomor: LP/04/III/2020/NS diPolsek Lahewa tanggal 26 Februari 2020, tentang "bersama sama melakukan kekerasan fisik terhadap orang dan atau penganiayaan".

Didapatkan informasi dari korban Edarman Harefa bahwa nama nama semua pelaku penganiayaan kepada saya dan Fangato Zega sebanyak 8 orang yakni :

Berdasarkan hasil konfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Lahewa Kamis (12/3/2020) AIPDA Benni Panjaitan, SH mengatakan " Benar bahwa kami telah menerima laporan Penganiayaan atas nama Fangato Zega alias Ama.Luther dan korban lagi atas nama Edarman Setia Harefa, telah kami berikan STPLP kepada Pelapor dan perkembangan kasus ini telah kami jelaskan melalui SP2HP.

Status kasus ini dalam penyelidikan, dan saksi telah kami ambil keterangan, tambahnya, jika keterangan VER telah dibalas  oleh pihak Puskesmas Lahewa kab Nias Utara maka kami cocokkan dan teliti dengan laporan korban dan saksi maka baru bisa kami tetapkan tersangka dalam kasus ini, ucapnya.

Harapan keluarga korban, atas nama Totonafo Harefa dan Ina Luther mengatakan, kami kurang puas atas pelayanan Polsek Lahewa dan kami berharap pelaku ditangkap secepatnya serta meminta Pengawasan Polres Nias dalam Kasus ini. Kami capek, lelah dan trauma dalam kegiatan jika kasus ini tidak selesai, ucap bapak korban Edarman Harefa  kepada media.(Delianus Harefa)
Share:
Komentar

Berita Terkini