Hakim Bentak-Bentak Saksi Korban, Pengacara : Dakwaan Jaksa Kabur

Editor: DETEKSI.co author photo
PN. Medan Gelar Sidang Online
DETEKSI.co - Medan, Sidang kasus dugaan penipuan dengan terdakwa Irawan alias Asiong, digelar online di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (30/3/2020).

Sidang beragendakan keterangan saksi korban Harianto Law, yang kemudian dibantah terdakwa yang menyebut tidak pernah meminjam uang untuk membuka usaha kedai kopi Kok Tong. 

"Awalnya kami jumpa di Multatuli. Dia (terdakwa) meminjam uang saya untuk membuka kedai kopi Kok Tong di Binjai," ucap saksi korban, di hadapan hakim ketua Sabarulina Ginting.  

Labih lanjut kata saksi korban, terdakwa kemudian menawarkan kerjasama bagi hasil jika usaha tersebut berjalan pada akhir 2016. 

"Perjanjiannya 50:50. Saya percaya karena dia teman saya," katanya. 

Yang membuat heran hakim anggota Erintuah Damanik, saksi korban mau saja memberikan uang sebesar Rp1,1 miliar kepada terdakwa. Saksi korban pun tak luput dibentak-bentak karena memberikan keterangan dengan asumsinya.

"Jangan biasa-biasanya. Saudara memberikan keterangan jangan dengan asumsi. Saudara kan pengusaha, masak saudara tidak tanya kapan ini mau dioperasionalkan. Uang Rp1,1 M itu loh. Saudara kok gampang kali ngasinya," cecar Erintuah. 

"Iya pak saya tidak tanya," jawab saksi korban. 

Usai memberikan keterangan, terdakwa yang berada di Rutan Tanjunggusta membantah keterangan saksi korban saat dikonfrontir. 

"Tidak benar yang mulia. Saya tidak ada bilang minjam uang untuk membuka usaha kedai kopi Kok Tong. Memang benar saya minjam, tetapi uangnya sudah saya kembalikan yang mulia. Penipu dia itu," jawab terdakwa. 

Namun, saksi korban tetap pada keterangannya, dan sidang ditunda hingga pekan depan. 

Sementara itu, tim penasehat hukum terdakwa menyatakan surat dakwaan jaksa kabur (obscurlibel), tidak jelas dan tidak lengkap.

"Jika kami cermati bahwa dakwaan jaksa berdasarkan Pasal 143 ayat (2) hurup b KUHP adalah cacat formal," sebut Amin Thomas SH didampingi Johari Simamora SH dan Edy Murya SH MH kepada wartawan, seusai persidangan.

Menurut penasehat hukum terdakwa kasus ini sebenarnya adalah perkara perdata bukan pidana. Kasus ini bermula saat Asiong ada meminjam sejumlah uang kepada saksi korban. Saat meminjam uang tersebut tidak ada tipu daya yang dilakukan terdakwa.

"Saat meminjam uang tersebut klien kami tidak ada mengatakan untuk usaha membuka kedai kopi kok tong. Dia hanya meminjam. Dan uang yang dipinjam tersebut juga sudah dikembalikan dengan cara dicicil. Ini ada semua bukti transfernya sama kami," cetus penasehat hukum terdakwa.

Penasehat hukum terdakwa menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan gugatan perdata terhadap saksi korban yang kini sedang bergulir di tingkat banding Pengadilan Tinggi Medan. (Ans/Red)
Share:
Komentar

Berita Terkini