Modus Bisa Meluluskan Korban Masuk Akmil, Mayor TNI Gadungan Diamankan Tim Danpok Bansus Kodim 0201/BS

Editor: Irvan author photo
DETEKSI.co - Medan, Tim Danpok Bansus Kodim 0201/BS, berhasil mengamankan seorang pria yang mengaku anggota TNI berpangkat Mayor dari kawasan Pasar 8 Marelan, Medan, Sumatra Utara.

Oknum perwira gadungan itu bernama Arianto (40) warga Jalan Pasar 8 Marelan Gang Barokah diamankan karena tidak dapat menunjukan identitasnya sebagai anggota TNI.

Sebelumnya, terjadi aksi kejar-kejaran yang dilakukan oleh keluarga korban Ryan Sinaga dan Antoni, mulai dari SPBU Krakatau simpang Jalan Cemara hingga pelaku dapat diamankan dikawasan Pasar 8 Marelan.

Dalam keterangan persnya, Dandim 0201/BS, Kolonel Inf. Roy Hansen J Sinaga S.Sos melalui Pasi Intel Kodim 0201/BS, Mayor Czi Andri Prasetyo Wibowo, menyebutkan oknum perwira gadugan itu diamankan berkat laporan dari salah seorang warga bernama Ryan Sinaga yang menyebutkan bahwa ia tengah mengamankan Arianto yang mengaku personil TNI berpangkat Mayor yang bertugas di Mabes TNI.

Masih dalam temu pers tersebut, Pasi Intel Kodim 0201/BS, Mayor Czi Andri Prasetyo Wibowo, SH didampingi Ketua Tim Danpok Bansus Kodim 0201/BS, Serka Irwan Charles Sitompul SH MH, menerangkan bahwa pelaku berhasil memperdayakan warga bernama Antoni dengan iming-iming dapat meluluskan korban (Antoni) masuk Akademi Militer (Akmil) dengan meminta uang sebesar Rp.60 juta lebih.

Tak hanya itu, lanjut Pasi Intel menerangkan karena korban ingin sekali menjadi seorang anggota TNI.

"Korba terperdaya dengan tipu muslihat pelaku Arianto yang memakai seragam lengkap dengan atribut TNI, dan pelaku sering membawa senjata api. Namun kalau untuk senjata api ini belum diketahui apakah senjata softgun atau mancis. Tidak hanya itu, korban juga dibawa untuk melakukan medical kesehatan di Rumah Sakit Umum Putri Hijau," ujar Pasi Intel Kodim 0201/BS, Mayor Czi Andri Prasetyo Wibowo, kepada wartawan, Senin (23/3/2020).

Selain meminta uang, pelaku juga berhasil membawa Satu Unit Sepeda Motor Yamaha Scorpio Z, dengan Nopol BK BK 5579 LAA yang merupakan milik Antoni dengan dalih mau dipakai.

"Pelaku juga telah melakukan penipuan terhadap Antoni, darisitu pelaku berhasil menipu Irwan Cs dengan uang belasan juta untuk keperluan kepengurusan tanah Eks HGU PTPN2 di Binjai dan Tanjung Morawa," paparnya.

Setelah diintrogasi, pelaku mengakui perbuatannya, ia telah melakukan penipuan kepada para korbannya untuk dapat mengurus pelepasan tanah Eks HGU PTPN2 di Binjai, Percut Sri Tuan dan Tanjung Morawa dan meminta uang kepada calon korbannya dengan ratusan juta rupiah.

"Saya melakukan itu karena saya pernah bekerja selama 7 tahun di PTPN2 Batangkuis sebagai satpam, karena jarang masuk lantas saya di pecat," aku pelaku Arianto.

Sambung bapak 4 orang anak ini, dari korban Antoni ia berhasil meminta uang sebesar Rp.60 juta lebih dan satu unit sepeda motor milik Antoni.

"Uang dari hasil itu semua saya gunakan untuk poya-poya, membeli HP, Atribut TNI dan membeli narkoba jenis sabu-sabu," bilang pelaku Arianto.

Dalam aksinya, pelaku tidak sendirian melainkan bersama seorang temannya bernama Ucok yang berhasil kabur dan belum tertangkap.

Selanjutnya pelaku di serahkan ke Polrestabes Medan guna dilakukan proses hukum dan kepentingan pengembangan penyelidikannya.

"Kami dari TNI meresa keberatan atas perbuatan pelaku yang telah mencemarkan nama baik institusi TNI dan kami bersama korban-kirbammya akan membuat laporan ke Polrestabes Medan," terang Mayor Czi Andri Prasetyo Wibowo.

Himbauan Kepada Masyarakat

Mayor Czi Andri Prasetyo Wibowo, juga menghimbau kepada masyarakat jika ada menemukan oknum yang mengaku sebagai anggota TNI dan meminta uang untuk dapat meluluskan calon korban masuk Akademi Militer (Akmil), laporkan segera ke Kodam 1/BB atau ke Kodim 0201/BS.

"Setiap warga masyarakat yang ingin mendaftarkan putra/putrinya masuk sebagai anggota TNI tidak dikenakan biaya apapun (Gratis). Jika ada oknum yang mengaku sebagai anggota TNI dan meminta uang untuk dapat meluluskan calon korban masuk menjadi anggota TNI, laporkan segera ke Kodam 1/BB atau ke Kodim 0201," tegas Mayor Czi Andri Prasetyo Wibowo.(Van)
Share:
Komentar

Berita Terkini