Pembagian Harta Gono Gini Penggugat dan Tergugat Sesuai Putusan Damai Hakim PN Medan

Editor: DETEKSI.co author photo
Proses penyerahan barang oleh tergugat kepada penggugat
DETEKSI.co - Medan, Proses penyerahan barang-barang seperti hio, cangkir dan lilin sebanyak 4 truk colt diesel dengan isi penuh oleh pihak tergugat Halimny Jasy kepada mantan suaminya Doni selaku pihak penggugat berjalan lancar.

Penyerahan barang-barang itu dihadiri langsung oleh pengacara masing-masing pihak baik penggugat maupun tergugat di Jalan Belawan.

Pengacara tergugat Edy Murya SH MH dari Kantor Firma Hukum (Law Firm) Edy Murya SH MH & Rekan kepada wartawan, Selasa (17/3/2020) siang mengatakan penyerahan barang-barang tersebut berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan No.762/Pdt-G/2019/PN.Mdn.

"Barang-barang tersebut telah diterima penggugat Doni, mantan suami Halimny Jasy melalui kantor Kuasa Hukumnya yang diwakili Anthonius Tampubolon, SH," sebut Edy Murya.

Edy Murya menjelaskan penyerahan barang-barang oleh tergugat Halimny Jasy tersebut adalah bagian dari harta gono-gini berupa barang bergerak disamping barang tidak bergerak berupa ruko dan bangunan rumah lainnya yang telah diserahkan tergugat sebelumnya, berdasarkan akta notaris nomor 30 yang dibuat di hadapan notaris Medan  Mauliddin Sehati, SH

"Setelah putusan damai ini para pihak telah memiliki akta sendiri-sendiri secara terpisah satu dengan lain, artinya harta gono gini tidak bersatu lagi namun telah ada pemisahan antara kedua belah pihak," pungkasnya.

Sebelumnya majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan membacakan putusan gugatan perdata dengan nomor perkara: Pdt.G/219/PN.Mdn yang diajukan Doni terhadap mantan istrinya, Halimny Jasy di ruang Cakra 9 PN Medan, Rabu (11/3/2020) siang.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai oleh Somadi menyatakan agar kedua belah pihak baik penggugat (Doni) dan tergugat (Halimny Jasy) menjalankan isi perdamaian sesuai akta damai nomor 30 yang dibuat di hadapan Notaris Medan, Mauliddin Sehati, SH.

"Serta menghukum para pihak membayar biaya perkara secara dibagi dua," tutur hakim Somadi. (ans/Red)
Share:
Komentar

Berita Terkini