ASUMSI Datangi Polsek Pangkalan Brandan, Minta Tutup Tempat Maksiat

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co-Langkat, Masyarakat yang mengatasnamakan ASUMSI (Aliansi Suara Umat Muslim Indonesia ) Rabu (22/04/2020) sekitar 400 orang mendatangi Polsek Pangkalan Brandan, kedatangan mereka mendesak penegak hukum agar segera menutup seluruh lokasi maksiat yang beroperasi di Pangkalan Brandan.

Menurut Kordinator ASUMSI Fariz Riza Fahlefi, kekesalan mereka berawal dari salah satu tempat hiburan (karaoke) yang berada di Jalan Suka Mulia Gotong Royong, Kelurahan Pelawi Utara, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat kerap buka hingga larut malam dan diduga selalu dijadikan tempat berkumpul pasangan yang bukan suami istri.

Lokasi karaoke tersebut berada di pemukiman warga, sehingga mengganggu kenyamanan dan ketentraman warga sekitar. "Kami minta karaoke itu dan tempat maksiat lainnya ditutup," terang Kordinator ASUMSI Fariz Riza Fahlefi.

Sementara, tokoh agama Pangkalan Brandan Syekh H Ramli Syafruddin mengatakan, selama ini sudah sering dilakukan peringatan secara baik-baik, namun tidak direspon. "Atas nama suara masyarakat dan suara umat, kita minta lokasi-lokasi maksiat di Barandan agar segera di tutup," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua MUI Babalan Drs Khaidir Siagian, yang meminta agar pemerintah untuk segera menutup segala tempat hiburan dan lokasi-lokasi maksiat yang dianggap dapat mengganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.

"Jangan ada tebang pilih, kita minta semua tempat maksiat agar segera ditutup," tegasnya.

Mediasi antara masyarakat dengan pihak pengelola hiburan saat itu dipasilitasi oleh Kapolsek Pangkalan Brandan AKP PS Simbolon SH dan juga dihadiri Pj Camat Babalan Faizal Rizal Matondang SSos MAp dan Lurah Pelawi Utara Ardy Rinaldy Syafza S.STP.

Setelah dilakukan mediasi, pemilik karaoke bersedia tempat usahanya tersebut ditutup. Akhirnya, mendapat jawaban dari hasil pertemuan tersebut sekira pukuk 21.30 WIB massa pun membubarkan diri dengan kondusif.(AR.Lim)
Share:
Komentar

Berita Terkini