Camat Percut Sei Tuan Bantah Tudingan Tebang Pilih dalam Pendataan, Kepling Bermain Langsung Dicopot

Editor: Irvan
DETEKSI.co - Medan, Terkait tidak mendapatkan bantuan beras sebanyak 20 Kg dan 60 butir telur yang diberikan Pemerintah bagi warga yang terdampak Covid-19, puluhan warga yang didominasi dari kaum ibu-ibu mendatangi kantor Lurah Kenangan Baru di Jalan Cucak Rawa II No. 1, Kel. Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, Sumut, Senin (20/4/2020), pagi.

Karena situasi mulai tak kondusif, akhirnya Camat Percut Sei Tuan, Drs. Khairul Azman, M.A.P, didampingi Lurah Kenangan Baru, Rizal Arifin S.STP, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Kompol Aris Wibowo dan Koramil 13/ PST, menemui warga untuk menenangkan warga.

Kepada wartawan, Camat Percut Sei Tuan, mengatakan bahwa data bantuan yang diberikan sebanyak 184 Kartu Keluarga (KK) dan itu sudah melalui proses pendataan yang dilakukan Kepala Lingkungan masing-masing dengan melihat kondisi dan keteria masyarakatnya.

"Tuntutan masyarakat ini kita anulir artinya kita mencari warga yang paling terdampak dan layak diberikan bantuan. Saya yakin dengan hasil data dari petugas kita (Kepling)," kata Camat Percut Sei Tuan, Drs. Khairul Azman, M.A.P, didampingi Lurah Kenangan Baru, Rizal Arifin S.STP.

Kemudian, Camat Percut Sei Tuan ini menjelaskan, persoalan adanya ketidak puasan dalam pendataan terhadap warga. "Karena setiap Desa dan Kelurahan sudah kita himbau supaya mereka juga mencari donatur karena bantuan yang diberikan Pemkab Deli Serdang sangat terbatas, karena APBD kita hanya mampu membantu masyarakat di 380 Desa," sebut Camat Percut Sei Tuan.

Sambung orang nomor satu di Camat Percut Sei Tuan menyebutkan bahwa penyaluran bantuan ini diberharapkan berlanjut. Disamping itu, terdapat juga bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan ada juga bantuan dari PKH yang telah ditambahkan jumlah penerimanya, jadi diharapkan bantuan dari Kepling masing-masing dan Kelurahan yang mengalangnya.

Kepling Bermain Dicopot

"Kalau ada dari perangkat kita atau dari Kepling kita yang bermain dalam pendataan maupun penyaluran bantuan langsung kita copot. Apa pun ceritanya yang menerima bantuan ini adalah masyarakat yang layak menerimanya," tegas Camat Percut Sei Tuan ini. Sembari mengatakan masyarakat yang menerima bantuan ini masing KK mendapat 20 Kg beras dan 60 butir telur, sesuai dengan kuota masyarakat yang akan disalurkan.

Bantah Tudingan Tebang Pilih

Selanjutnya mengenai tudingan pembagian bantuan yang tidak merata atau ada tebang pilih dalam melakukan pendataan kepada warga. Camat Percut Sei Tuan langsung membantah tudingan tersebut, "itu tidak benar. Karena pendataan itu sudah sesuai dengan kuota yang telah ditentukan," cetusnya.

Berita sebelumnya, puluhan warga yang didominasi dari kaum ibu-ibu mendatangi kantor Lurah Kenangan Baru di Jalan Cucak Rawa II No. 1, Kel. Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, Sumut. Kedatangan ibu-ibu tersebut hendak mengambil bangian bantuan beras sebanyak 20 Kg dan 60 butir telur yang diberikan Pemerintah bagi warga yang terdampak Covid-19, Senin (20/4/2020).

Mendapat informasi adanya pembagian beras dan telur di Lurah Kenangan Baru, warga pun berdatangan. Berdasarkan instruksi dari Pemerintah pusat pembagian bantuan itu nantinya akan diberikan kepada warga di luar penerima Program Keluarga Harapan (PHK), artinya bagi warga yang telah mendapat PKH tidak mendapat bantuan tersebut. Namun kenyataannya, berbanding terbalik. Sebagian warga yang terdata sebagai penerima PKH ternyata mendapatkan bantuan itu.

Amatan kantor Lurah Kenangan Baru, warga yang sudah ramai berkumpul merasa kecewa, pasalnya mereka tidak mendapatkan bantuan tersebut. Warga pun menuding, pembagian bantuan itu diduga ada tebang pilih yang dilakukan oleh oknum Kepala Lingkungan di lingkunagan mereka masing-masing. Karena tak kunjung mendapatkan kejelasan mengapa mereka tidak mendapatkan bantuan tersebut warga pun mulai ribut sambil berteriak, "Kami sudah tidak makan lagi, kami warga yang layak mendapatkan bantuan itu tidak ada diberikan, sementara warga yang kehidupannya menengah keatas itu pula yang dapat. Kembalikan kartu biru penerima bantuan Covid-19 itu," teriak warga serentak.

Situasi pun mulai tak kondusif, sejumlah petugas Kepolisian dari Polsek Percut Sei Tuan dan TNI pun tiba dilokasi untuk menenangkan warga.

"Kami bukan pengemis, kami kemari (ke kantor Lurah-red) untuk mendapatkan hak kami. Jangan kelian permainkan bantuan bagi warga terdampak Covid-19 dan tarik kembali kartu biru penerima bantuan tersebut," teriak warga lagi.

Salah satu warga Nuri 10, yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bawah di lingkungan mereka banyak warga yang layak mendapatkan bantuan malah tidak mendapatkannya, akan tetapi malah warga yang kehidupannya mencukupi malah yang menerima bantuan tersebut.

"Masih banyak warga yang layak mendapatkan bantua tidak diberikan, malah yang mendapatkan bantuan itu rata-rata tinggal di rumah sendiri (tidak ngontrak), memiliki sepeda motor dan rumahnya memakai AC (Air Conditioner)," ujarnya yang juga diamini warga Camar, Kutilang, Walet dan warga lainnya tidak mendapatkan bantuan tersebut. (Red)
Share:
Komentar

Berita Terkini