Dua Bulan Berlalu, Pelaku Penganiaya Lumeri Belum Juga Dipanggil

Editor: Irvan
DETEKSI.co - Medan, Sudah dua bulan berlalu, kasus penganiayaan Lumeri Kristin Sartika Pakpahan (30) warga HM. Joni, Gang Beringin, Kecamatan Medan Kota, di Polsek Percut Seituan belum pernah menghadirkan pelaku Heston Fransisco Siagian (30), untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan.

Padahal sesuai laporan polisi No STTPL/469/K/II/2020/SPKT PERCT tertanggal 26 Februari 2020, pihak penyidik dalam proses berjalan sudah mengeluarkan SP2HP sebanyak 4 kali. Dan pada SP2HP No K/180/III/2020/Reskrim antara lain disebutkan bahwa dalam penyelidikan kasus itu ditemukan unsur tindak pidana sesuai dalam pasal 351 ayat 1 KUHPidana yang selanjutnya akan dilakukan penyidikan.

"Tapi sampai sekarang, sudah berulang kali saya kirim pesan lewat WhastApp (WA), namun, penyidiknya tidak kunjung menjawab pesan yang dikirim. Yang lebih herannya lagi, pelaku belum pernah datang untuk diperiksa sejak saya melaporkan ke polisi dan sampai keluarnya SP2HP sebanyak 4 kali, " ujar korban kepada wartawan saat mendatangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara (PWI Sumut) di Jalan Adinegoro, Medan, Kamis (16/04/20), sore.

Didampingi Togar Pakpahan (56) selaku ayah korban, korban menuturkan bahwa kasus penganiayaan yang dialaminya itu dilakukan oleh tersangka yang merupakan teman dekatnya (pacar).

 "Kami sudah 5 tahun berpacaran dan kedua orang tua kami pun sudah sama tahu kalo kami itu berteman dekat," ungkapnya.

Namun, belakangan, hanya karena masalah mobil ambulance yang saat itu kebetulan ada keluarga pelaku yang meninggal dunia dan hendak dibawa ke kampung halaman. Karena keluarga pelaku kiranya hendak mencari ambulance yang free (gratis).

"Dari sinilah awalnya bang, saya bilang kan keluarga kalian orang berada, kenapa mencari mobil ambulance gratis pulak," tuturnya.

Tambah korban, mungkin karena tersinggung dengan ucapannya itu, lalu pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban. "Tapi bukan hanya kali itu saya dipukulnya, sudah berulang kejadian penganiayaan saya alami, makanya saya sudah tidak tahan dan melapor ke polisi," sebutnya, sembari berharap pelaku secepatnya ditangkap dan dilakukan penahanan karena pelaku merasa tidak takut ditangkap polisi.

Sedangkan Togar Pakpahan yang mendampingi anaknya itu menyesalkan tindakan pacar anaknya tersebut. "Apabila memang tidak suka lagi pada anak saya, ya sampaikan saja kepada saya, jangan trus dipukuli," tandasnya.(Red)
Share:
Komentar

Berita Terkini