Joko Suhendro Wartawan ''NKRI Harga Mati" Wafat

Editor: Irvan author photo
DETEKSI.co - Medan, Setelah sekian lama berjuang melawan sakit dan telah berulang kali juga menjalani berbagai perawatan baik di rumah sakit maupun pengobatan alternatif, almarhum  (51) akhirnya menghembuskan nafasnya untuk kembali kepada sang Khaliq, Jumat (10/04/20), sekira pukul 04.00 WIB di rumah duka Jalan Matahari VII, Blok VI, Perumnas Helvetia, Kota Medan.

Almarhum ini merupakan salah seorang wartawan senior yang memiliki semboyan "NKRI Harga Mati" dan "Merpati Putih Tak Pernah Ingkar Janji". Kabar berpulangnya Joko kehadirat Ilahi itu dari WhatsAp (WA) yang disampaikan oleh anaknya.

"Permisi pak, ini saya anaknya pak Joko, bahwasannya ayah saya meninggal dunia hari ini, hari Jumat pukul 04.00 di rumah," tulis putra sulung almarhum di beberapa grup wartawan.

Setelah WA tersebut disampaikan, sejumlah rekan seprofesi almarhum, baik yang tergabung dalam grup maupun pribadi spontan menyahut dengan kalimat 'Innalillahi Wa Innailahi Rojiun'.

"Alamarhum selama ini sudah menjalani sejumlah perawatan. Baik rawat jalan maupun pengobatan di beberapa rumah sakit. Terakhir almarhum dirawat di Rumkit," kata Ketua Pewarta Polrestabes Medan Chairum Lubis SH bersama pengurus lainnya saat melayat ke rumah duka Joko Suhendro Jalan Matahari 7, Perumnas  Helvetia Medan.

Semasa hidupnya almarhum Joko Suhendro, selain wartawan ber-unit di Kodam I/BB dari Harian Realitas dan online harian9.com, juga dijajaran kepolisian kota Medan (Polrestabes) dan Polda Sumut.

Alamarhum juga dikenal ramah, baik dan murah senyum. Dengan berpulangnya almarhum Joko, dunia jurnalistik khususnya di Kota Medan kini kehilangan salah seorang wartawan yang jujur dan memiliki kerja keras dalam menjalankan profesinya di lapangan.

"Selamat Jalan Sahabatku. Selamat jalan rekan juangku. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah SWT dan semoga keluarga almarhum yang ditinggalkan dapat diberi ketabahan dan kekuatan. Amin Ya Rabbal Alamin," terang Chairum Lubis SH.

Dengan rasa haru dan sedih, Chairum Lubis memberikan santunan kepada Dasnizar.

"Santunan ini diberikan sebagai rasa empati, kepedulian dan perasaan terhadap sesama apalagi Joko adalah teman sekaligus sahabat saya," ujar Chairum Lubis.(Red/Pet)
Share:
Komentar

Berita Terkini