Ketua Komisi IV DPRD Medan Minta Pembangunan Apartemen De'Glass Residance Segera di Stanvas

Editor: Irvan author photo
DETEKSI.co - Medan, Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak. SH, meminta kepada pemerintah Kota Medan melalui Dinas PKPPR, BP2TSP dan Satpol PP Kota Medan untuk segera menstanvaskan pembangunan gedung De'Glass Residance yang terletak di Jalan Gelas, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah Kota Medan

Karen pihak pengembang De'Glass Residance belum menyelesaikan permasalahannya dengan warga yang tinggal berdampingan dekat bangunan tersebut.

Hal ini dikatakan oleh Paul Mei Anton Simanjuntak. SH, Selasa (30/4/2020) kepada wartawan, pada saat melakukan peninjauan langsung kelokasi atas adanya pengaduan dari warga terkait keberatan atas berdirinya bangunan yang masih bermasalah dengan warga sekitar sejak tahun 2017 tersebut.

"Kita mendapat laporan dan pengaduan dari beberapa warga, yang rumahnya berdampingan dengan bangunan gedung De'Glass Residance dan kamipun turun langsung kelokasi dan mendengarkan aspirasi dari beberapa warga yang mengaku rumahnya telah mengalami banyak kerusakan sejak berdirinya bangunan yang akan dibangun 26 lantai tersebut," kata Poltisi Partai PDIP itu didampingi anggota DPRD Medan dari Partai Nasdem, Antonius D Tumanggor.

Paul juga menyayangkan ketidakhadiran Kepala lingkungan setempat beserta Lurah Sei Putih Tengah ketika diundang untuk mendengarkan langsung aspirasi warga setempat di rumah kediaman seorang warga bermarga Silaen tepatnya disamping kiri berdirinya bangunan tersebut.

Ketika mendengarkan langsung keluhan warga yang mana seperti pengakuan Silaen, dimana, dampak berdirinya bangunan De'Glass Residance, banyak material bangunan yang jatuh menimpa rumah mereka, selain itu, dinding tembok rumahnya juga retak-retak, kemudian jarak antara bangunan dengan rumahnya juga sangat dekat tidak ada 3 meter.

Hal itulah yang membuat Ketua Komisi IV DPRD Medan itu kesal, adanya dugaan keberpihakan Kepala Lingkungan dan Lurah terhadap pengembang, hal ini di tunjukkan dengan tidak hadirnya kepling dan Lurah di rumah warga ketika mengetahui anggota DPRD Medan datang untuk mendengar langsung keluhan warga.

"Kita sesalkan sekali, kenapa Kepling malah tidak ada di saat warganya sedang ada permasalahan. Apakah ada kemungkinan, keberpihakan antara Kepling dan pengembang. Sebab, permasalahan ini kita ketahui sudah sejak Tahun 2017 lalu, namun sampai bangunan berlanjut, warga sekitar mengaku belum ada itikad baik dari pengembang (Developer) untuk dapat duduk bersama menyelesaikan permasalahan tersebut," ujar Paul.

Diakui oleh Paul, permasalahan De'Glass Residance, sudah pernah masuk ke Komisi IV DPRD Medan pada Selasa,(11/2/2020) silam. Pada saat itu yang memimpin rapat Paul Mei Anton Simanjuntak. Pada saat itu yang hadir dari pihak pengembang bernama Devi Marlin yang mengaku sebagai Direktur De'Glass Residance pada saat itu.

"Pada dasarnya kami Komisi IV DPRD Medan tidak menghambat para investor yang ingin berinvestasi di Kota ini, namun kami juga ingin agar sebelum membangun pihak investor juga harus dapat memastikan bahwa ketika bangunan berdiri tidak ada warga atau masyarakat yang keberatan. Artinya, jangan sampai warga setempat tidak mengetahui adanya pembangunan di tempat tinggal mereka, apalagi ini merupakan bangunan bertingkat 26 lantai," terangnya.

Paul juga akan mempertanyakan kembali ke Dinas PKPPR dan BP2TSP Kota Medan terkait keberadaan bagunan De'Glass Residance, apakah layak dibangun di lokasi pemukiman padat penduduk yang merupakan daerah hunian tempat tinggal. Karena menurut Paul, sangat aneh jika ada bangunan tinggi berlantai 26 di tengah-tengah pemukiman padat penduduk dimana lokasinya juga jauh dari akses jalan utama.

"Pengakuan warga tadi kepada kami, bahwa sejak tahun 2017 saat De'Glass Residance mulai dibangun, tidak pernah melibatkan warga tetangga, termasuk meminta tandatangan dari mereka, namun tiba-tiba bangunan sudah berdiri dan telah memiliki IMB. Saya baca, dan kami nantinya akan memanggil pemilik bangunan untuk mempertanyakan status bangunan, sebab, di izin ditulis rusun (rumah susun) namun diketahui adalah Apartemen," ucapnya.

Paul meminta Plt. Walikota Medan, segera mengevaluasi kinerja Lurah Sei Putih Tengah, dan copot Keplingnya, karena  tidak layak lagi bekerja sebagai kepling.

Mendengar pengaduan warga Jalan Gelas tentang kinerja Kepling yang tidak mau peduli terhadap keluhan warganya, Paul menyarankan kepada warga Jalan Gelas untuk menyurati Komisi I DPRD Medan agar memanggil Kepling dan merekomendasikan untuk memecat. Sebab, dinilai sebagai pengayom warga sudah tidak lagi dilaksanakan dan cenderung jabatan selaku Kepling dijadikan alat untuk mencari keuntungan dan kekuasaan.

"Saya sebagai Ketua Komisi IV meminta kepada Plt. Walikota Medan melalui Camat Medan Petisah untuk mengevaluasi kinerja Kepling dan bila perlu dipecat. Sebab, selaku Kepling, tidak mampu menunjukkan netralitas, apalagi ketika warganya menghadapi masalah, kepling malah seakan tidak berfungsi apa-apa," tegasnya sambil mengatakan, akan menyurati kembali pengembang De'Glass Residance terkait perizinan dan dampak-dampak lingkungan akibat pembangunan gedung yang akan dibangun 26 lantai itu.(Red)
Share:
Komentar

Berita Terkini