Modus Cari Makanan Ternak, Duo Residivis Bersaudara Ini Ditangkap Polisi

Editor: Irvan
DETEKSI.co - Medan, Baru saja bebas di penjara, Dua bersaudara ini kembali ini diringkus personil unit Tanmor Sat Reskrim Polrestabes Medan atas kasus pencurian kendaraan bermotor pada Kamis (9/4/2020) pagi.

Keua orang residivis ini ditangkap atas laporan korban, Rizal (50) warga Jalan Veteran No.28 Dusun V Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang dengan laporan polisi No : LP/679/III/2020/SPKT Percut dan laporan polisi No : LP/919/IV/2020/ SPKT Polrestabes Medan.

Adalah FS (17) warga Jalan Selambo dan Simon Samosir (19) warga Jalan Tirtosari Perumnas Mandala. Sedangkan satu rekan pelaku bernama Hendro Simanjuntak masih DPO.

Demikian dikatakan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar SIK, Sabtu (11/4/2020), bahwa kedua pelaku melakukan aksi pencuriannya dengan menggunakan becak bermotor berkeliling dengan modus mencari makanan ternak dan barang bekas (Botot) sambil mencari target.

“Setelah target ditemukan, pelaku mengambil sepeda motor curiannya dan menaikkan sepeda motor hasil curian itu di atas becak bermotornya,” kata AKBP Ronny.

Dijelaskan mantan Kapolsek Medan Baru ini, kedua pelaku beraksi di Jalan Garuda No.38, Kelurahan Kenangan Baru, Perumnas Mandala yang mengambil Honda Vario 125. Kemudian, kedua pelaku beraksi di Jalan Veteran No.28 Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang yang mencuri sepeda motor Honda Revo.

“Kedua pelaku ditangkap Tim Unit Ranmor Polrestabes Medan saat kedua pelaku sedang berada di Jalan Asia, dari hasil interogasi kedua pelaku mengakui perbuatanya dan baru saja bebas assimilasi dari Lapas Tanjung Gusta Medan dengan kasus yang sama,” tutur mantan Kapolsek Medan Barat ini.

Saat ini, tambah Kasat Reskrim, kedua pelaku dibawa ke Mapolrestabes Medan berikut barang bukti satu becak bermotor yang digunakan pelaku untuk mencuri guna di proses lebih lanjut.

"Kedua pelaku merupakan residivis Simon Samosir pernah ditangkap Polsek Medan Area pada bulan Januari tahun 2020 atas kasus ranmor dan FS pernah ditangkap Polsek Patumbak pada bulan Februari tahun 2020 atas kasus ranmor," jelas AKBP Ronny.

Sementara orang tua Simon Samosir saat berada di Mapolrestabes Medan mengatakan bahwa anaknya tersebut merupakan buta huruf karena hanya mengecap pendidikan sampai kelas 1 SD saja.

"Anak saya itu tidak tau baca tulis karena dia hanya sekolah sampai kelas 1 SD saja," sebut orang tua Simon Samosir.

Dengan logat bahasa bataknya kental, orang tua Simon Samosir menjelaskan kedua pelaku sudah ditangkap dan menjalani masa hukuman. "Ini yang kedua kalinya mereka ditangkap polisi," terangnya.

Kedua pelaku beraksi di tiga lokasi berbeda yakni di Jalan Garuda Perumnas Mandala, Jalan Titi Sewa Tembung dan di Jalan Seksama, Medan.

“Imbas perbuatannya, kedua pelaku dipersangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman selama tujuh tahun penjara,” pungkas AKBP Ronny Nicolas Sidabutar SIK.(Red/Pet)
Share:
Komentar

Berita Terkini