Pemkab Labuhanbatu Belum Anggarkan Penanganan Kesehatan Covid-19

Editor: DETEKSI.co author photo
ilustrasi
DETEKSI.co - Labuhan batu, Pemerintah Kabupaten Labuhan batu hingga kini belum ada melakukan persiapan penanganan kesehatan covid -19. Terkait anggaran masih berupa usulan serta pembahasan di Kabupaten Labuhan batu.

Direktur RSUD Rantau Prapat Dr. Syafril melalui pesan what's up, Minggu (26/04/2020) mengatakan, bahwa penanganan kesehatan penyedian sarana dan prasarana penanganan covid -19 melalui  Dana Insentif Daerah (DID) 

Kemudian penyediaan sarana fasilitas Kesehatan  serta operasional tim penanganan pandemi covid 19, melalui sumber dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBH - CHT), masih menunggu anggaran yang telah diusulkan serta masih pembahasan tersebut.

"Mengenai anggaran masih berupa usulan dan lagi dibahas", sebutnya.

Ketika disinggung berapa besaran anggaran penanganan kesehatan di wewenangnya, Direktur RSUD Rantau Prapat Dr Syafril  meminta agar menanyakan langsung ke dinas keuangan.

"Saya rasa ke Pak Indra keuanganlah nanti tanyakan ya", sebutnya.

Ketika kembali disinggung pada pengadaan alat HBT covid -19, berapa unit yang diterima RSUD Rantau Prapat, Dr Syafril meminta agar mempertanyakan ke dinas terkait, secara detail tidak mengetahuinya.

" Tanya ke BPBD karena wewenang BPBD", jawabnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kamal ketika dikonfirmasi penanganan kesehatan pengadaan peralatan kesehatan lingkungan respon covid 19, sumber dana DAK FISIK Kesehatan melalui subsidi pelayanan kesehatan di 15 Puskesmas, Puskesmas 49 Pembantu dan 45 Polindes.

Setelah itu, pengadaan peralatan dan bahan  medis habis  pakai  (BMHP) covid 19, bersumber Dana DAK Non Fisik/Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Kabupaten.

Hingga pengadaan peralatan dan bahan medis habis  pakai  (BMHP) covid 19 bersumber Dana DAK Non Fisik/Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas. 

Kemudian pengadaan alat kesehatan penanganan peralatan covid 19 melalui DAK Non Fisik Rujukan belum mau menjawab konfirmasi wartawan.

Diberitakan, sebelumnya, Sekretaris Daerah (Setdakab) Labuhan batu, Muhfli, Sabtu ( 25/04/2020) melalui pesan what's up menegaskan, bahwa tidak benar adanya dugaan dimark up bahkan terealisasi anggaran Rp22 miliar atas pengadaan alat Human Body Thermometer (HBT), wabah virus covid-19 seperti dikomentari di akun facebook masyarakat Labuhan batu.

Menurutnya, dari pengadaan alat Human Body Thermometer (HBT), wabah virus covid-19 baru direalisasikan sebesar Rp 1,9 miliar untuk pengadaan alat Human Body Thermometer (HBT), wabah virus covid-19 tersebut.

"Iya, tidak benar anggaran Rp.22 miliar sudah direalisasi, baru  Rp.1.9 miliar sebagaimana untuk pengadaan hal tersebut diatas." tegasnya.

Ketika disinggung, bagaimana terealisasi alat di seluruh kantor dinas organisasi perangkat daerah (OPD), baik dari harga alat per unit antara berkisaran sebesar Rp3 juta s/d 6 juta, seperti diketahui, lebih kurang dari 34 kantor dinas OPD serta kantor bupati Labuhan batu.

Kembali Muhfli sebagai sekretaris daerah (Sekda) Labuhan batu, menerangkan secara detail, dia tidak mengetahuinya, sebab dalam distribusi alat kepada OPD serta nilai harga merupakan tupoksi kantor dinas BPBD Labuhan batu.(Dian)
Share:
Komentar

Berita Terkini