Sudah Berdamai Sama Korban dan Bayar Cabut LP Tapi Tersangka Tak Kunjung Dibebaskan, Lapor Ke LBH Medan

Editor: Irvan author photo
DETEKSI.co - Medan, Magdalena Lubis yang merupakan orang tua dari Sandi Pratama (23) warga Jalan Kedondong, Gang Karangrejo, Dusun 1, Desa Marendal 1, Kec. Patumbak, Kab. Deli Serdang.

Sandi Pratama merupakan tersangka pelaku pencurian dua ekor burung Kacer dan burung Murai Daun milik korban Harry Pahlevi (28) warga Jalan Bajak 2, Blok H, Perumahan Puri Mediaterinia no 2, Kel. Harjosari 2, Kec. Medan Amplas yang terjadi pada Selasa (3/12/2019) tahun lalu.

Kedatangan Magdalena Lubis ke kantor Lembaga Bantuan Hukum Medan (LBH Medan), Jumat (3/4/2020), untuk meminta bantuan hukum terhadap kasus yang menimpa anaknya.

Kepada awak media di kantor LBH Medan di Jalan Hindu, Kec. Medan Barat, Magdalena Lubis menceritakan tentang kejadian pencurian yang dilakukan anaknya serta proses perdamaian pada korban.

"Setelah anak aku ditangkap oleh Tekab Polsek Patumbak pada tanggal 4 Desember 2019 lalu, dengan nomor surat penangkapan SP. Kap /362/XII/2019, lalu aku datangi rumah korban untuk meminta perdamaian sama korban dan akhirnya pada tanggal 22 Desember 2019 perdamaian itupun dilakukan," kata Magdalena.

Setelah Magdalena mengganti dua ekor burung Kacer dan Murai Daun yang telah dicuri anaknya dengan jenis burung yang sama. Kemudian karena korban tak bisa hadir ke Polsek Patumbak, namun korban telah memberikan surat pernyataan diatas materai Rp.6000 yang ia tanda tangani oleh kedua belah pihak.

'Isi surat pernyataan tersebut yakni menyatakan bahwa korban sudah tidak mempermasalahkan kejadian itu dan tidak akan menuntut di kemudian hari dan ia (korban) menyatakan bersedia mencabut laporan pengaduanya di Polsek Patumbak ," ungkap Magdalena orang tua Sandi Pratama.

Lebih lanjut kata Magdalena Lubis, setelah menjumpai penyidiknya Polsek Patumbak berinisial DS berpangkat Bripka dan ia meminta sejumlah uang kepada Magdalena untuk biaya cabut perkara.

"Penyidiknya meminta saya untuk menyerahkan uang padanya, lalu kami berjanji jumpa di depan komplek Villa Gading Masdi Jalan Pertahanan, Patumbak, tepatnya pada tanggal 3 Januari 2020 sekira pukul 14.00 WIB. Pemberian uang itu disaksikan oleh beberapa orang saksi tetangga saya yang saat itu menemani saya untuk menyerahkan uang tersebut sebagai biaya cabut perkara," jelas Magdalena sembari mengatakan saya merasa udah ditipu oleh penyidik, saya ingin penyidiknya itu bisa diberikan sanksi.

Tambah Magdalena, sudah berdamai sama korban dan korban juga sudah mencabut laporanya serta kerugian korban udah ganti, uang cabut perkara udah di kasih, apa lagi yang kurang.

"Semua sudah dituruti kenapa anak saya kok sampai sekarang tidak dibebaskan dari tahanan, saya minta Kapolrestabes Medan memberikan saksi pada penyidiknya itu. Saya berharap agar anak saya itu bisa segera dibebaskan," keluh Magdalena sambil berkata pada tanggal 4 Maret 2020 ia sudah membuat pengaduan masyarakat (Dumas) yang ditujukan kepada Kapolda Sumut.

Sementara itu Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin saat di tanyakan tentang kasus ini via pesan WhatsApp (3/4/2020), mengatakan komunikasi ke kanit saja ya.

Hal serupa juga ketika dikonfirmasi via pesan WhatsApp ke Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Hindi Manurung mengatakan "Siap pak, trims kembali
Kalu konfirmasi pak, datang ke kantor biar jelas dan jangan salah persepsi pak. Trms pak," jawab Gindo, Sabtu (5/4/2020).

Share:
Komentar

Berita Terkini