Viral di Medsos Satu Keluarga di Denai Tidak Makan dan Diusir dari Kontrakan, Camat Medan Denai : Ternyata Tidak Benar

Editor: Irvan author photo
DETEKSI.co - Medan, Terkait informasi yang Viral di media sosial Facebook (FB) maupun di pesan grup WhatsApp yang menyebutkan bahwa ada satu Keluarga yang tinggal di Jalan Perjuangan Gang Mesjid No.13, Kecamatan Medan Denai sudah beberapa hari tidak makan.

Informasi itu pertama sekali di posting di unggah di akun FB @Raja Bintang Perkasa. Dalam postingannya @Raja Bintang Perkasa menuliskan bahwa pasangan suami istri dengan 5 orang anak yang tinggal disebuah kontrakan, telah diusir oleh pemilik kontrakan karena tidak sanggup bayar kontrakan.

Dan sang suami sudah tidak bekerja lagi akibat pandemi Covid-19 ini, dan sama sekali tidak memiliki pekerjaan. Beliau tidak pulang-pulang kerumah untuk mencari uang beberapa hari dan sang istri pun pergi untuk mencari kerja, tinggal 5 orang anak yang masih kecil-kecil 2 hari tidak makan, oleh warga sekitar dibelikan 5 bungkus nasi untuk diberikan pada 5 anak tersebut.

Yang membuat sesak nafas warga yang membantu keluarga tersebut, melihat langsung salah satu anak menyisihkan 3 bungkus nasi, mereka hanya memakan 2 bungkus nasi saja untuk dimakan 5 orang, sedangkan 3 bungkus lagi untuk disimpan buat nanti malam kata salah satu anak tersebut, saat ini si ibu sudah pulang dan hanya membawa uang Rp.8 ribu rupiah. Warga sekitar berupaya patungan, baru terkumpul sekitar 400 ribu rupiah.

Kemudian di postingan itu juga tertukis, Pemerintah harus tanggap terhadap persoalan ini, Kepling setempat belum ada upaya untuk membantu atau merekomendasikan sebagai warga berdampak Covid-19 ini, perlu perhatian kita semua untuk warga kekurangan seperti keluarga ini. Dan di dalam postingan itu juga tertulis, yang ingin beramal dibulan puasa ini silahkan berkoordinasi dan hubungi nomor HP : +62 813-6230-3218 atas nama pak Paseh salah satu tetangga yang perduli.

Usai di posting kemarin sekira pukul 00.40 WIB di akun FB @Raja Bintang Perkasa, pun langsung viral di media sosial Facebook (FB) maupun di pesan grup WhatsApp wartawan.

Merasa penasaran, dengan bermodalkan informasi tersebut, awak Media ini pun mencari tau kebenaran informasi tersebut dan menyambangi rumah kontrakan ibu 5 orang anak itu yang berada di Jalan Perjuangan Gang Mesjid No.13, Kecamatan Medan Denai.

Setibanya disana, diketahui ibu 5 orang anak tersebut berinisial E Boru Ritonga (34) sementara sang suami berisial ZR (38). Kepada wartawan, Evarianti Boru Ritonga mengaku sebagian informasi yang viral di medsos itu tidak benar.

"Informasi yang mengatakan kami sudah tidak makan lagi itu tidak benar," aku Evarianti, Sabtu (25/4/2020) malam, sekira pukul 22.19 WIB.

Kemudian warga asal Kota Binjai yang baru tinggal mengontrak di Gang Mesjid itu menyebutkan jika ia telah meninggalkan ke 5 anaknya itu karena berupaya mencari uang kontrakan yang sudah menunggak.

"Saya meninggalkan anak-anak saya karena saya mencari uang untuk membayar uang kontrakan kalau uang kontrakannya tidak ada maka kami akan diusir dan itupun saya pantau terus anak-anak saya," ungkap ibu 5 orang anak ini.

Ia menjelaskan bahwa suaminya (ZR-red) sudah tidak memiliki penghasilan lagi akibat pandemi Covid-19 ini.

"Suami saya sekarang sudah tidak memiliki penghasilan akibat pandemi Covid-19, karena sulitnya mencari kerja saya juga sempat menjual HP namun itupun tidak laku terjual," terangnya.

Tambahnya, menceritakan kabar yang viral di medsos itu, awalnya E Boru Ritonga ditanya seorang pria yang mengaku warga sekitar, Lalu pria itu meminta untuk memvidiokan kondisi rumah tangga mereka yang tengah susah dan nantinya akan dikirim ke temannya agar mereka mendapatkan bantuan.

Minta Maaf

"Taunya saya bahwa vidio yang direkam itu telah viral di medsos dengan kedatangan Kepling, Lurah dan Camat, TNI dan Polisi kemari. Saya mohon maaf bahwa sebagian informasi itu tidak benar. Sekali lagi, saya mohon maaf atas informasi yang beredar tersebut," tuturnya dengan raut wajah sedikit bingung.

Tidak Benar

Sementara Camat Medan Denai, Muhammad Ali Sipahutar, S.STP.MAP mengatakan kedatangan mereka ke rumah kontrakan E Boru Ritonga terkai informasi yang telah viral di medsos.

"Kedatangan kami kemarin atas informasi yang viral di medsos dan sekaligus untuk melihat langsung kondisi satu keluarga tersebut dan E Boru Ritonga menyatakan tidak benar bahwa mereka tidak makan berhari-hari. Yang benar mereka telah diusir dari kontarakan rumah mereka karena tidak mampu membayar biaya sewa rumah,” kata Camat Medan Denai ini.

Lebih lanjut Ali Sipahutar, menerangkan bahwa ZR yang sehari-hari berprofesi sebagai pekerja servis Air Conditioner (AC). Mungkin terdampak pandemi Covid-19, sehingga orderan service AC berkurang. Bahkan, sebenarnya masyarakat sekitar sudah sering membantu keluarga ZR.

"Mereka merupakan warga Kota Binjai. Hal ini diketahui dari Kartu Keluarga (KK) miliknya. Kami akan berkoordinasi dengan pihak Pemko Binjai untuk melakukan pemindahan kependudukan ZR agar dapat menerima Bantuan Sosial (Bansos). Karena itulah ZR tidak mendapatkan bansos selama ini,” urai Ali.

Sambung Ali, rencananya, pihak Pemko Medan akan memfasilitasi keluarga Zunaidi Rahman, agar bisa mendapatkan tempat tinggal sementara.

“Tadi kita sudah berikan bantuan sembako kepada istri ZR dan atas perintah Plt Walikota Medan, akan kita carikan segera mungkin tempat tinggal sementara buat keluarga ZR, minimal kita sewakan rumah selama 6 bulan. Ini akan kita pantau terus,” sebutnya.

Terpisah, salah seorang warga sekitar mengatakan bahwa semua informasi yang viral di medsos itu adalah benar.

"Informasi yang viral di medsos itu memang benar adanya. Mungkin dia (E Boru Ritonga-red) takut atau malu mengakuinya. Kami sendiri yang memberi nasi kepada anak-anaknya, karena kami melihat anak-anaknya sudah tak makan akibat ditinggal bapak sama mamaknya untuk mencari uang kontrakan," ketus pria separu baya itu kepada wartawan.(Red)
Share:
Komentar

Berita Terkini