Bansos JPS Pemprov Sumut Di Desa Lahagu, Satu Kartu Keluarga Dapat 2 - 5 Paket Sembako

Editor: DETEKSI.co author photo
Kades Lahagu
DETEKSI.co - Nias Barat, Bantuan sosial jaringan pengaman sosial (JPS) dari pemerintah provinsi sumatra utara di Kabupaten Nias Barat telah tersalurkan. Di Kecamatan Mandrehe utara telah disalurkan dan diserahkan di Kecamatan kemudian diteruskan kedesa desa sekecamatan mandrehe utara, pada hari Sabtu (23/05/2020). 

Khususnya di Desa Lahagu Kecamatan Mandrehe Utara, sesuai informasi dari salah seorang masyarakat yang tak mau disebut namanya dalam pemberitaan ini menyampaikan kepada awak media bahwa terdapat keanehan data penerima bantuan sosial jaringan pengaman sosial (JPS) provinsi sumatra utara di Desa Lahagu, karena ada beberapa keluarga yang dapat lebih dari 1 paket malahan ada yang sampai 5 paket padahal hanya satu kartu keluarga, Sementara ada sekitar 49 kepala keluarga yang masih tidak menerima. 

Maka untuk memastikan informasi tersebut, maka Wartawan DETEKSI.co dan beberapa wartawan lainnya kunjungin langsung Desa Lahagu Kecamatan Mandrehe Utara pada hari Selasa (26/05/2020), untuk melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa dan juga kepada masyarakat Desa Lahagu. 

Kepala Desa Lahagu inisial HL menjelaskan Kepada awak media pada saat di konfirmasi di Kantor Kepala Desa Lahagu bahwa memang benar ada keluarga yang mendapat bantuan sosial jps dari provinsi sumatra utara yang lebih dari 1 paket malah ada yang sampai beberapa paket, karena kami juga memberikan kepada mahasiswa yang telah pulang dari kampus ke desa lahagu ini dan itu termasuk anak saya sendiri dan beberapa yang lain, Tutur Kades. 

Lanjut Kades, Sebenarnya data yang kami ususlkan awalnya hanya 121 kepala keluarga. Nah, pada beberapa hari kemudian kami dapat informasi dari dinas sosial melalui kantor camat bahwa desa lahagu mendapat kuota 167 dan kami dari desa harus menyerahkan besoknya nama nama yang 46 lagi karena yang kami usulkan hanya 121. Jadi, malamnya langsung saya panggil kepala dusun untuk mendata lagi, dan kami bagi tiga yang 46 ini lagi. Kemudian, saya (Kades)  mendapat aturan melalui telepon seluler dari dinas sosial bahwa mahasiswa yang sudah pulang dapat, sehingga kami pun kasih kepada mahasiswa itu. Para perangkat Desa juga dapat dan sebagian penerima PKH dan BPNT telah kami berikan, namun masih ada 50 kepala kelurga yang tidak menerima tetapi data mereka telah saya ( Kades) serahkan di Kantor Camat Mandrehe utara untuk diusulkan pada bansos kabupaten nias barat, Jelas Kades penuh semangat. 

Kemudian, di tempat berbeda beberapa masyarakat Desa Lahagu menyampaikan bahwa mereka sangat menyayangkan tindakan kadesnya yang seakan akan tidak adil dalam hal penyaluran bantuan sosial JPS pemerintah provinsi sumatra utara. 

Salah seorang  ibu rumah tangga inisial AG menyampaikan kepada awak media bahwa ada banyak mereka keluarga yang tidak menerima bantuan sosial dari provinsi sumatra utara. Kami masih banyak keluarga di desa lahagu yang tak menerima dan telah kami tanya kepada kepala desa tapi jawab kades data saya tidak ada. Padahal, kami lihat beberapa keluarga dapat lebih dari satu paket malah ada yang sampai 5 buah paket bansos jps provinsi sumut namun masih satu kartu keluarga, Tuturnya.

Kami berharap kepada pemerintah dan pihak pengawasan bantuan covid-19 dapat mendengar keluhan kami atas perbuatan kepala desa kami desa lahagu, yang tidak adil dalam pendataan penerima bantuan sosial jps pemerintahan provinsi sumatra utara, Harap masyarakat. 
Para awak media berharap kepada Camat Mandrehe Utara, Inspektorat Nias Barat, Bupati Nias Barat dan kepada aparat penegak hukum  dapat turun melihat kejadian ini di desa lahagu untuk menghindari konflik di tengah tengah masyarakat dan demi keadilan serta demi menegakkan peraturan yang berlaku pada bansos covid-19. (Utema Gulo)
Share:
Komentar

Berita Terkini