Inflasi Sumut Diprediksi Meningkat di Bulan Ramadhan, TPID Sumut Ambil Langkah 4K

Editor: Irvan
DETEKSI.co - Medan, Memasuki bulan Ramadhan, inflasi Sumatera Utara diprediksi meningkat seiring dengan harga – harga beberapa bahan makanan yang merangkak naik seperti bawang merah, daging sapi, dan daging ayam ras.

Demikian dikatakan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat saat mengelar kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) secara online, Jumat (8/5/2020). Kedepan, Inflasi 2020 diprakirakan alami peningkat di rentang sasaran.

"Inflasi 2020 diprakirakan meningkat dari tahun 2019 tetapi masih beradadi dalam sasaran inflasi nasional yaitu 3±1% (yoy) dengan potensi bias ke bawah seiring dengan daya beli masyarakat yang terbatas akibat pandemi Covid-19. Namun demikian, terdapat beberapa risiko yang dapat menimbulkan shock temporer seperti keterlambatan impor luar negeri, hambatan distribusi domestik, penimbunan/belanja berlebihan oleh konsumen dan naiknya permintaan komoditas tertentu (contoh alat kesehatan)," jelas Wiwiek Sisto Widayat.

Dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pembatasan Transportasi Udara terhadap Arus Distribusi Komoditas dalam hal ini Tim pengendalian inflasi daerah (TPID) Sumut melakukan berbagai upaya untuk kestabilan pangan.

"Di tengah pandemi, Bank Indonesia bersama TPID Provinsi Sumut serta Satgas Pangan berkolaborasi dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan di Sumatera Utara. Diantaranya menginsiasi Kerjasama Perdagangan Antar Daerah, monitoring harga dan pasokan secara intensif, serta merintis pusat belanja bahan pangan pokok secara daring," ungkapnya.

Selain itu, dampak PSBB dan Pembatasan Transportasi Udara terhadap Arus Distribusi Komoditas membuat TPID Provinsi Sumatera Utara mengambil langkah pengendalian Inflasi melalui 4K yang akan dilakukan. Ke depannya, TPID Provinsi Sumatera Utara akan terus mengacu pada prinsip 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif). untuk menjaga pasokan bahan pangan di tengah kebijakan PSBB yang dilakukan oleh berbagai daerah.

Pertama kata Wiwiek Sisto Widayat, memastikan ketersediaan seluruh komoditas pangan strategis tercukupi, terutama bawang merah, yang harganya mengalami kenaikan akibat defisit stok.

Kedua Pemerintah Daerah akan memastikan kelancaran jalur vital distribusi bahan pangan, baik dari sisi frekuensi maupun kelancaran selama proses pengiriman, dapat berjalan dengan baik. Dan mendorong PD. Pasar online.

Ketiga Melanjutkan Operasi Pasar terutama untuk komoditas yang harganya sedang melonjak.

Keempat Terus memberikan sosialisasi belanja bijak kepada masyarakat melalui berbagai media termasuk radio dan TV serta melalui iklan layanan masyarakat.(Red/Van)
Share:
Komentar

Berita Terkini